Kritik Pemerintah soal Anomali Pasar Migor, PKS: Jangan Bikin PHP

Stok minyak goreng di Ratu Swalayan, Kota Malang.
Sumber :
  • VIVA.co.id/ Lucky Aditya (Malang)

VIVA Politik - Pemerintah diminta segera bertindak mengatasi ketimpangan harga jual minyak goreng dengan harga crude palm oil (CPO) yang kian melebar. Saat harga CPO anjlok saat ini, mestinya harga migor, baik curah maupun kemasan ikut turun.

img_title Respons Menohok NasDem soal Ajakan PKS terkait Polemik Bukti Ijazah Gibran

Demikian disampaikan Anggota Komisi VII DPR RI Fraksi PKS, Mulyanto. Menurut dia, harga yang mesti turun karena biaya utama komponen produksinya turun drastis.  

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Data yang dikeluarkan KPB Nusantara 7 Juli 2022, menunjukkan harga CPO merosot tajam mendekati Rp6 ribu per kg. Hampir sepertiga dari harga CPO di bulan maret 2022, yang sempat bertengger di angka Rp17 ribu per kg," kata Mulyanto, dalam keterangannya, Senin, 11 Juli 2022.

img_title Soal Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Ijazah Gibran, PDIP Buka Pintu Dialog dengan Fraksi Lain: Ada Pidana di Situ

Dia menyinggung harga tandan buah segar (TBS) sawit yang turun tajam di bawah Rp1.000. Sementara, ia bilang harga migor curah maupun migor kemasan justru anteng-anteng saja.

"Mana janji Luhut yang mendapat tugas menata industri dan tata niaga migor ini? Harga pokok produksi (HPP) migor juga belum diaudit. Jangan cuma bikin PHP," tuturnya.

img_title Usulan Mardani: Yang Terlibat Verifikasi Pencalonan Gibran Tak Diikutsertakan Seleksi KPU

Anggota DPR Fraksi PKS Mulyanto.

Photo :
  • Dok. PKS

Pun, dia menambahkan penurunan harga migor curah, sejak puncaknya (4 April 2022) sampai hari ini, hanya sebesar Rp3.150 per kg atau turun sebesar 15 persen. Jadi, kata dia, masih di atas Harga Eeceran Teringgi (HET) sebesar Rp15.500 per kg.  

Sedangkan, penurunan harga migor kemasan sejak puncaknya pada 26 April 2022 lebih tipis lagi yaitu hanya sebesar Rp1.250 per kg atau sekitar 4 persen.

"Ini menunjukkan, bahwa pasar migor nasional tidak sempurna. Dugaan bahwa pasar migor nasional bersifat oligopolistik, dimana pembentukan volume dan harga migor di pasar ditentukan oleh segelintir pengusaha migor, menjadi sangat kuat," jelas Mulyanto.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dengan kondisi itu mengakibatkan, petani sawit jadi pihak yang paling menanggung beban turbulensi pasar. "Petani sawit di bagian hulu atau emak-emak pengguna migor di bagian hilir. Pengusaha migor yang ada di bagian tengah posisinya lebih menguntungkan," kata Mulyanto.

Maka itu, menurutnya Pemerintah harus secara sungguh-sungguh menata industri dan tata niaga migor ini. Jangan terkesan Pemerintah justru malah memihak pada para pengusaha migor tersebut.  

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut