Partai Gelora Ingin Ubah Pikiran Orang Bahwa Berpolitik Itu Santai

Sekjen Partai Gelora, Mahfuz Sidik
Sumber :
  • Partai Gelora

VIVA Politik – Meski sebagai partai baru, tetapi Partai Gelora ingin bahwa berpolitik bisa lebih santai. Partai ini ingin mengubah cara berpikir kebanyakan orang selama ini.

Tolak Usulan Money Politics Dilegalkan, KPK: Itu penyakit, Menggerogoti Demokrasi Kita

Hal itu juga yang mendasari, partai ini memilih akan mendaftarkan diri ke KPU sebagai partai politik peserta Pemilu 2024 pada hari Minggu 7 Agustus 2022.

"Sebenarnya semangat teman-teman mau daftar hari pertama, tapi dalam perkembangan rupanya ada 10 partai yang mendaftar, akhirnya kita geser ke tanggal 7, hari Minggu sambil car free day," kata Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Mahfuz Sidik, dalam keterangannya, Kamis 4 Agustus 2022.

KPU: Syarat Dokumen Dharma Pongrekun Nyagub Independen Lengkap, Masuk Tahap Verifikasi

Itu diutarakannya dalam diskusi bertajuk 'Partai gelora Siap Mengikuti Pemilu 2024: Apa dan Bagaimana Persiapannya?' yang digelar secara daring, kemarin.

Lebih lanjut dijelaskan Mahfuz, karena sudah banyak partai politik yang mendaftar hari pertama, maka diputus baru dilakukan pada Minggu 7 Agustus. Kata dia, sekaligus ingin membawa kegembiraan, dan tidak menimbulkan kemacetan di sekitar kantor KPU.

Dituding DPR Soal Sewa Jet Pribadi hingga Dugem, Begini Kata Ketua KPU

"Kenapa kita hari minggu, karena ini hari libur. Dan kita mau mengubah pikiran banyak orang bahwa berpolitik itu bisa santai. Jadi nggak serius melulu, nggak bikin macet, nggak riweuh-lah nanti," katanya.

Mahfuz mengatakan, berpolitik bisa juga dilakukan dengan cukup santai yakni berjalan-jalan dan berolahraga. Apalagi di kawasan Sudirman-Thamrin, yang tak jauh dari kantor KPU, pada setiap Minggu dilaksanakan hari bebas kendaraan atau car free day (CFD). Sekaligus, lanjutnya, Gelora ingin kehadiran mereka membawa kegembiraan di tengah-tengah masyarakat.

"Jadi berpolitik itu bisa di hari Minggu sambil santai. Jalan-jalan di car free day, kita juga nggak bikin kemacetan, lalu happy-happy. Kira-kira begitulah, kita berikan kebahagiaan bahwa berpolitik itu bisa santai," ujarnya.

"Karena dua tahun lebih masyarakat Indonesia sudah hidup dalam tekanan. Jangan sampai partai politik datang justru menambah tekanan baru. Kita mengajak berpikir bahwa kehadiran partai politik itu harus sebagai pembawa kedamaian," imbuhnya.

Emak-emak Jangan Diajak Stress

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Bidang Perempuan DPN Partai Gelora Ratih Sanggarwati mengatakan, politik memang harus dibawa gembira. Apalagi terkait dengan emak-emak atau perempuan. Jangan dibawa ke hal yang sangat berat, k arena beban sehari-hari sudah berat.

Sehingga politik harus  hadir memberi solusi dan manfaat. Termasuk dengan penyampaian yang ringan dan tidak terlalu berat.

"Kaum ibu-ibu jangan diajak berpikir stress, mulailah dengan kegiatan yang ringan dengan bersenang-senang, dan mereka nyaman dengan Partai Gelora," kata Ratih.

Lebih lanjut dijelaskan Ratih, perempuan dapat menerima Arah Baru Indonesia yang digagas Partai Gelora. Sebab mereka jugan mau menjadikan Indonesia lebih baik dari sekarang. 

"Makanya kalau ada yang mengeluh, emak-emak bilang, pilihlah partai baru, Partai Gelora. Karena hanya Partai Gelora yang memiliki narasi Arah Baru Indonesia," katanya.

Mengejutkan

Ketua DPW DKI Jakarta Triwisaksana, mengaku cukup terkejut dengan penerimaan publik terhadap Partai Gelora. Mengingat partai ini lahir di tengah-tengah krisis dan pandemi COVID-19.

"Kami tidak sangka Partai ini lahir ditengah krisis, bisa dalam waktu dekat mendaftar ke KPU. Terbayang bagaimana di tengah pandemi tak bisa berkumpul, dan terus tetap bertumbuh," kata Triwisaksana.

Tetapi dengan krisis di tengah kelahirannya, partai ini dinilainya cukup mampu menghadapi situasi tersebut. Dengan begitu, krisis bukan lagi menjadi hambatan tetapi bisa menjadikan berkah untuk bisa keluar dari sana.

"Kami tidak dimanja, dengan kekuasaan, materi tetapi ditempa dengan penuh tantangan," kata pria yang akrab disapa Bang Sani itu.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya