PDIP Soal Rumah Sehat: Rancu, Gubernur DKI Kurang Paham Konsep

Anies Baswedan meresmikan pengganti nama rumah sakit jadi rumah sehat
Anies Baswedan meresmikan pengganti nama rumah sakit jadi rumah sehat
Sumber :
  • ANTARA/Walda

VIVA Politik – Anggota DPRD DKI Jakarta Gilbert Simanjuntak mengatakan perubahan nama atau penjenamaan rumah sakit umum daerah (RSUD) menjadi Rumah Sehat untuk Jakarta yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan dapat menyebabkan kerancuan.

Menurut politikus PDI Perjuangan itu, kerancuan dikarenakan istilah rumah sehat telah lebih dulu digunakan dalam dunia kesehatan.

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak

Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PDIP Gilbert Simanjuntak

Photo :
  • DPRD DKI Jakarta

“Rumah sehat adalah rumah tinggal yang menurut Ilmu Kesehatan Lingkungan mempunyai persyaratan dari segi ventilasi, pencahayaan, kepadatan hunian, pengelolaan limbah, sumber air, penyimpanan makanan dan kriteria lainnya” kata Gilbert di Jakarta, Senin.

Karena alasan tersebut, lanjutnya, istilah rumah sehat tidak bisa digunakan untuk menggantikan istilah rumah sakit dikarenakan memiliki makna yang berbeda.

“Pada saat Gubernur DKI tersisa dua bulan menjelang habis jabatannya memberi penjenamaan rumah sehat, dan juga Menteri Kesehatan menyetujuinya meski ditegaskan tidak berlaku secara legal, ini jelas, baik Gubernur DKI maupun Menteri Kesehatan kurang memahami konsep Ilmu Kesehatan Lingkungan dan juga aturan Kemenkes mengenai kriteria rumah sehat” ujar Gilbert

Lebih lanjut pria berkumis ini menyoroti alasan Gubernur DKI dan Menteri Kesehatan untuk penjenamaan rumah sehat agar masyarakat lebih menyadari perlunya hidup sehat sebagai upaya promosi preventif yang akan menurunkan angka kematian dan mengurangi biaya kuratif.

“Masalahnya tidak ada satupun konsep Ilmu Kesehatan Masyarakat dalam bidang Promosi Kesehatan yang menyebutkan perubahan nama akan merubah pola pikir, seperti mengganti nama seseorang untuk memperbaiki rejekinya” katanya

Terlebih, lanjut Gilbert, dari realitas yang ada, upaya imunisasi di DKI dengan penduduk 11 juta kalah dengan provinsi-provinsi di Jawa yang memiliki penduduk mencapai 35 juta ditambah daerah yang luas.

“Ini harus dipikirin” tutupnya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mencanangkan penjenamaan Rumah Sehat untuk Jakarta dan Pencanangan Bulan imunisasi pada Rabu, 3 Agustus 2022 lalu. Acara tersebut digelar di halaman Rumah Sakit Umum Daerah Cengkareng, Jakarta Barat.

“Pada hari ini Rabu, 3 Agustus 2022, penjenamaan Rumah Sehat untuk Jakarta secara resmi dicanangkan” kata Anies saat itu. (Antara)