DPR Sentil Mahfud MD Umumkan Tersangka Kasus Kematian Brigadir J

Anggota DPR Partai Persatuan Pembangunan, Arsul Sani.
Anggota DPR Partai Persatuan Pembangunan, Arsul Sani.
Sumber :
  • VIVA/Eduward Ambarita

VIVA Politik - Anggota Komisi III DPR Arsul Sani menyindir sejumlah pihak yang melampaui kewenangan Polri terkait kasus kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J. Salah satunya menyangkut pengumuman jumlah tersangka.

Arsul mengatakan pengumuman para tersangka dalam kasus kematian Brigadir J adalah Polri. Dia menyampaikan demikian sekaligus untuk mengingatkan seorang pejabat tinggi yang tidak memiliki kewenangan mengumumkan tersangka dalam kasus ini. 

Politikus PPP itu awalnya menanggapi kritikan terhadap DPR yang dinilai irit bicara mengenai kasus Brigadir J. Kata dia, DPR tak ingin menyampaikan informasi yang 'offside' atau di luar kapasitas.

Dia menyentil ada pejabat publik yang mengumumkan tersangka kasus Brigadir J berjumlah tiga.

"Kami di DPR menghindari memang untuk offside ya. Buat offside itu saya misalnya yang berwenang mengumumkan tersangka itu kan Bareskrim Polri. Jangan juga ada pejabat lain yang menyampaikan ada tersangka ketiga," kata Arsul kepada awak media, Selasa, 9 Agustus 2022.

Menko Polhukam Mahfud MD

Menko Polhukam Mahfud MD

Photo :
  • Reza Fajri/VIVA.

Selain mengingatkan pejabat tersebut, Arsul juga mengkritisi kewenangan Komnas HAM dalam mengusut kasus ini. Menurut dia, Komnas HAM sudah melampaui kewenangan dengan masuk ke penyidikan yang menjadi tugas utama polisi.

Dia mengatakan Komnas HAM memiliki kewenangan untuk melakukan penyelidikan ke dalam konteks adanya pelanggaran HAM dalam kasus Brigadir J.

"Tapi, kalau komunikasi publiknya itu seperti sedang menyidik dalam kerangka pro yustisia, maka kemudian akan menimbulkan kesan juga pada publik. Ini yang punya kewenangan melakukan penyidikan pro yustisia ini siapa sih?," tuturnya.

Arsul menambahkan agar dalam pengungkapan kasus jangan sampai terjadi overlapping.

"Jadi ini juga harus jangan kemudian karena kasus ini terjadi overlapping, overlapping apa? Tugas dan tanggung jawab," kata Arsul.

Pemakaman Brigadir J, Rabu, 27 Juli 2022.

Pemakaman Brigadir J, Rabu, 27 Juli 2022.

Photo :
  • VIVA/ Syarifuddin Nasution.

Arsul lantas meminta semua pihak bersikap mengawal dan mendukung proses hukum di Polri. Dia bilang agar semua lembaga dan pejabat negara harus mengawal, jangan justru mendikte kepolisian.

"Yang kita lakukan adalah dalam kerangka mengawal dan mengawasi. Tapi, juga jangan mendikte gitu loh karena itu kesannya juga kita tidak percaya dengan Polri kita. Saya kira itu yang menjadi kesadaran bersama seluruh lembaga maupun pejabat negara," kata Waketum PPP ini.

Sebelumnya, Menko Polhukam Mahfud MD menyebut, sudah ada tiga tersangka dalam kasus kematian Brigadir J. Kepada salah satu media nasional, ia menyebut tersangka ketiga adalah Brigadir K.

Sementara, sejumlah awak media mendapatkan informasi diduga ada enam tersangka dalam kasus tersebut. Meski begitu, Polri sejauh ini baru mengumumkan dua tersangka terkait tewasnya Brigadir J, yakni Bharada E dan Brigadir R.