Prabowo Siap Nyapres Lagi, Pengamat: Jangan Sampai Kalah 4 Kali

Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto saat di KPU.
Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto saat di KPU.
Sumber :
  • Twitter Partai Gerindra @Gerindra

VIVA Politik - Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto memastikan siap maju lagi sebagai bakal capres 2024. Kesiapan Menteri Pertahanan itu disampaikan dalam forum Rapat Pimpinan Nasional Gerindra di SICC, Sentul, Bogor, Jumat malam.

Pengamat komunikasi politik Universitas Esa Unggul, Jamiluddin Ritonga menilai dari semua kader Gerindra memang Prabowo yang layak sebagai capres. Eks Danjen Kopassus itu punya modal popularitas dan elektabilitas paling tinggi.

"Di bawah Prabowo memang ada Sandiaga Uno. Popularitas dan elektabilitas juga tinggi, tapi hingga saat ini masih kalah dengan Prabowo," kata Jamiluddin, dalam keterangannya yang dikutip pada Sabtu, 13 Agustus 2022.

Dia menekankan secara objektif, Gerindra memang paling layak mengusung Prabowo. Ia menyoroti kader Gerindra diibaratkan seperti paduan suara yang hanya menyuarakan Prabowo sebagai capres.

"Prabowo juga dinilai kompetitif bila dihadapkan dengan kandidat capres lainnya. Elektabilitas Prabowo tetap masuk.tiga besar, bahkan paling sering elektabilitasnya masuk peringkat pertama," jelas Jamiluddin.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat di KPU.

Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto saat di KPU.

Photo :
  • Twitter Partai Gerindra @Gerindra

Cawapres Penting

Menurut dia, persoalan saat ini tinggal menentukan figur cawapres dari Prabowo. Ia menilai belum ada nama cawapres potensial yang bisa mendongkrak elektabilitas Prabowo. 

Jamiluddin mengatakan demikian karena merujuk simulasi dari sejumlah lembaga survei.

"Hasilnya, nama-nama yang dipasangkan dengan Prabowo masih kerap kalah dengan pasangan Anies Baswedan dan pasangan Ganjar Pramono," tuturnya.

Bagi dia, menentukan figur cawapres ini jadi pekerjaan rumah  bagi Prabowo dan Gerindra. Ia bilang jika tepat maka akan mendongkrak elektabilitas Prabowo agar semakin meroket. 

Ia menekankan jangan sampai Prabowo kalah empat kali dalam Pilpres. Sebelumnya, Prabowo sudah tiga kali maju dalam kontestasi Pilpres. Di 2009, Prabowo sebagai cawapres dari Megawati. Lalu di 2014, ia sebagai capres berpasangan dengan Hatta Rajasa. Lalu, 2019, Prabowo berduet dengan Sandiaga Uno.

"Kalau tidak, Prabowo akan kembali menelan kekalahan empat kali dalam Pilpres. Tentu hal itu akan menjadi pukulan telak yang sangat menyakitkan bagi Prabowo," jelas Jamiluddin.

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno

Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno

Photo :
  • VIVA/ Ridho Permana.

Ambisi Nyapres

Jamiluddin menilai Prabowo masih tetap berambisi nyapres karena didukung tabungan popularitas dan elektabilitas. Kata dia, mungkin sebagian masyarakat terkesan bosan bila mendengar nama Prabowo. 

"Mereka bilang loe lagi, loe lagi. Tapi suara miring ini masih dikalahkan oleh tingginya popularitas dan elektabilitas Prabowo," tutur Jamiluddin.

Terkait setiap Prabowo maju nyapres dikaitkan dengan gesekan polarisasi, Jamuluddin menjawabnya. Menurut dia, setiap kontestasi memang berpotensi memunculkan polarisasi. Hal itu yang juga terlihat di Pilpres 2014 dan 2019. 

Namun, menurutnya polarisasi muncul karena hanya dua pasangan capres yang bersaing di edisi dua pilpres sebelumnya.

"Hanya saja, polarisasi itu muncul bukan semata karena Capresnya Prabowo. Seandainya Jokowi saat itu berhadapan dengan capres yang lain peluang polarisasi akan tetap terbuka," ujar Jamiluddin.