Debat Sengit, Margarito Vs Ngabalin: Begitu Li, Bagaimana Ente!
- Youtube tvOne
Lalu, Margarito beri penjelasan terkait pernyataanya. Dia menyampaikan posisi wapres pentingnya jika presiden berhalangan atau tidak ada. Sebab, wapres akan mengisi segera kekosongan posisi presiden.
"Hanya di situ letak pentingnya jabatan wakil presiden, tidak lebih, tidak kurang," lanjut Margarito.
Dia mencontohkan di masa pemerintahan Soeharto, tugas wapres bisa ditentukan sendiri.
"Begitu Li. Ente bagaimana ente," kata Margarito.
Debat panas Margarito Kamis dengan Ali Ngabalin.
- YouTube tvOne
Ngabalin pun merespons. Dia minta agar Margarito yang bergelar akademisi doktoral tak sembarangan menyampaikan penjelasan.
"Fungsi dan kewenangan wakil presiden itu diatur jelas dalam UU, UU juga ada," tutur Ngabalin.
Margarito menepis paparan Ngabalin. Dia bilang tak ada satu UU yang mengatur pentingnya tugas wakil presiden. Sebab, jika diatur tugasnya seperti presiden maka akan bertabrakan dan negara bisa kacau.
"Tidak ada. Kacau ini negara, kalau wakil presiden diatur fungsi-fungsinya. Rusak negara ini!," ujar Margarito.
Dia menyebut wapres itu bekerja jika ditugaskan presiden seperti meresmikan suatu acara hingga menggantikan kepala negara seandainya berhalangan.
"Lo pergi sana meresmikan apa, urus. Tidak ada itu keputusan wakil presiden. Tidak ada peraturan wakil presiden, tidak ada semua!" kata Margarito.
Ngabalin kembali tanggapi pernyataan Margarito. Dia meminta agar lawan bicaranya itu bisa mendengarkan baik-baik penjelasannya.
Dia mencontohkan kinerja Wakil Presiden RI Maruf Amin yang bantu Presiden RI Jokowi dalam menyelesaikan perkara sulit seperti misalnya persoalan Papua. Menurut dia, Margarito tak ada di dalam pemerintahan maka tak paham tugas penting wapres.
"Kami hari-hari tahu berkoordinasi dengan wakil presiden tentang beliau ditunjuk oleh presiden dalam penyelesaian masalah Papua. Bukan tidak ada tugasnya, bukan tidak ada fungsinya," ujarnya.
Kemudian, Margarito heran mengapa Ngabalin mesti membawa nama Jokowi dan Ma'ruf Amin. Sebab, ia hanya menekankan posisi wapres secara umum.
"Kenapa dia bicara Pak Jokowi, Pak Maruf. Kita kan nggak bicara Pak Jokowi dan Pak Maruf kan," tutur Margarito.
Ngabalin menjawabnya. Dia mengatakan dirinya hanya memberikan contoh. Ia merasa selalu melihat koordinasi antara presiden dan wakil presiden sesuai UU.Â