Bikin Resah, PKS Minta Pemerintah Setop Wacana Penarikan LPG 3 kg

Warga memperlihatkan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kg di Depot LPG Pulau Layang, Plaju, Palembang, Sumatera Selatan.
Warga memperlihatkan tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran 3 kg di Depot LPG Pulau Layang, Plaju, Palembang, Sumatera Selatan.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Nova Wahyudi

VIVA Politik - Anggota Komisi VII DPR RI, Mulyanto, menyarankana agar Pemerintah segera menghentikan wacana penarikan gas LPG 3 kilogram bersubsidi. Wacana itu mencuat karena gas LPG 3 Kg akan diganti dengan kompor induksi listrik. 

Mulyanto menyinggung isu ini bisa membuat masyarakat resah setelah menanggung beban berat akibat kebijakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi.

Dia pun mendesak agar Pemerintah tak banyak melontarkan wacana yang membuat masyarakat bertanya-tanya dan bingung di tengah melonjaknya harga pangan dan energi. 

"Pandemi COVID-19 yang menghantam sendi-sendi kehidupan ekonomi masyarakat baru saja melandai. Keberadaan isu ini justru akan membuat mereka pulih lebih lambat dan bangkit semakin berat," kata Mulyanto, Kamis, 22 September 2022.

Pekerja menyusun tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG)  ukuran tiga kilogram

Pekerja menyusun tabung Liquefied Petroleum Gas (LPG) ukuran tiga kilogram

Photo :
  • ANTARA FOTO/Nova Wahyudi
 

Dia menambahkan, mestinya dalam kondisi seperti ini Pemerintah bisa menenangkan masyarakat. Bukan malah sebaliknya.

Menurut dia, selama ini di Komisi VII DPR RI, pembahasan soal kompor listrik bersama mitra terkait baru sebatas rencana uji coba. Kata dia, PLN berencana akan membagikan 300 ribu kompor induksi ke masyarakat dalam rangka menyerap surplus listrik yang diderita perusahaan pelat merah tersebut. 

Halaman Selanjutnya
img_title