Puan Kritik Pemerintah soal Penyaluran Bantuan untuk Siswa Madrasah

Ketua DPR, Puan Maharani, meresmikan Jalan Soekarno di Purwokerto, Banyumas.
Ketua DPR, Puan Maharani, meresmikan Jalan Soekarno di Purwokerto, Banyumas.
Sumber :
  • Dok. DPR.

VIVA Politik - Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi laporan adanya ratusan ribu siswa madrasah dari Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (KPM PKH) yang belum menerima haknya. Para siswa itu seharusnya berhak memperoleh bantuan melalui Program Indonesia Pintar (PIP).

“Kami mendesak agar Pemerintah memperhatikan nasib anak-anak yang belum memperoleh haknya mendapat bantuan PIP. Segera realisasikan pemberian bantuan bagi siswa-siswa madrasah," kata Puan dalam keterangannya, yang dikutip pada Selasa, 27 September 2022.

Dia menyampaikan berdasarkan laporan dari Panja Pendidikan Keagamaan Komisi VIII DPR RI, ada sekitar 2,6 juta siswa madrasah yang tahun ini berhak mendapat bantuan dana pendidikan. Rincian penerimanya, masing-masing satu jutaan siswa Madrasah Ibtidaiyah (MI) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) serta empat ratus ribu lebih siswa Madrasah Aliyah (MA).

Siswa madrasah belajar di lantai.

Siswa madrasah belajar di lantai.

Photo :
  • VIVA.co.id/Zahrul Darmawan

Dari 2,6 juta siswa madrasah tersebut, masih ada sekitar tiga ratus ribu lebih yang belum menerima haknya karena Kementerian Agama (Kemenag) masih kekurangan dana sebesar Rp 242,1 miliar. Puan lantas berharap Pemerintah memberi perhatian terkait masalah ini. 

“Jangan sampai anak-anak yang seharusnya berhak menerima bantuan pendidikan dikorbankan akibat terkendala alokasi anggaran,” lanjut politikus PDIP tersebut.

Puan mengatakan, semua anak berhak mendapatkan akses dan fasilitas pendidikan. Hal itu termasuk siswa yang kurang mampu sehingga jadi tugas negara untuk memenuhi kebutuhan tersebut.