Uji Kelayakan, DPR Kuliti Komnas HAM soal Ferdy Sambo dan Lukas Enembe

Rapat di Komisi III DPR. (Ilustrasi).
Rapat di Komisi III DPR. (Ilustrasi).
Sumber :
  • VIVA/Lilis Khalisotussurur

VIVA Politik – Komisi III DPR RI menyampaikan sejumlah kritikan kepada Ketua dan Komisioner Komnas HAM saat ini, yang terkesan menjalankan hal-hal yang diluar tupoksi. Juga terkait dengan komunikasi publik yang buruk.

Komisi III DPR menyinggung Komnas HAM yang menyebutkan mantan Kadiv Propram Polri Ferdy Sambo sebagai psikopat. Juga dikritik habis soal kunjungan Komnas HAM ke kediaman Gubernur Papua Lukas Enembe yang saat ini sudah menjadi tersangka kasus korupsi KPK.

Beragam kritikan ini disampaikan Komisi III DPR saat melakukan fit and proper test atau uji kelayakan dan kepatutan, terhadap salah satu Calon Komisioner Komnas HAM periode 2022-2027 Abdul Haris Semendawai di Ruang Komisi III DPR, Gedung DPR, Jakarta, Jumat 30 September 2022.

Anggota Komisi III DPR Arsul Sani, menyoroti komunikasi publik Komnas HAM saat ini yang kadang di luar tupoksinya atau offside. Politikus PPP itu mencontohkan, Komnas HAM yang terlibat penuh dalam penyelidikan kasus kematian Brigadir J yang melibatkan Ferdy Sambo.

Hanya saja Arsul Sani merasa terganggu dengan komunikasi Komnas HAM, dalam pengungkapan kasus tersebut. Hingga menyebutkan Ferdy Sambo diduga psikopat.

Arsul memastikan pandangan dari Calon Komisioner Komnas HAM Abdul Haris Semendawai atas kasus komunikasi Komnas HAM saat ini.

“Komunikasi publik yang disampaikan oleh Ketua atau komisioner Komnas HAM, misalkan Saudara (Abdul Haris Semendawai), Komnas HAM mengatakan bahwa tersangka Irjen Pol Ferdy Sambo itu diduga psikopat. Pertanyaan saya adalah dalam perspektif saudara, apakah tepat Komans HAM masuk ke ranah-ranah seperti itu, menyampaikan pendapat kepada publik, hal-hal yang seperti itu? Apakah itu bagian, katakanlah menurut saudara tupoksi atau kewenangna Komnas HAM?” kata Arsul Sani.

Halaman Selanjutnya
img_title