Adian PDIP: Rakyat Itu Terhormat, Bukan Objek Jual Beli Suara saat Pemilu

Politikus PDIP Adian Napitupulu
Politikus PDIP Adian Napitupulu
Sumber :
  • VIVA.co.id/Eduward Ambarita

VIVA Politik – Para anggota dan kader PDI Perjuangan (PDIP) harus melihat rakyat secara terhormat, bukan sekedar objek jual beli suara saat pemilu. Rakyat harus diorganisir dan menjadi subyek bernegara, berkomunikasilah dengan baik kepada rakyat.

Hal itu disampaikan dua politisi muda PDIP, Adian Napitupulu yang juga anggota DPR RI, dan Bane Raja Manalu, saat mendampingi Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto menghadiri rapat kerja daerah (Rakerda) PDIP Kalimantan Selatan, di Banjarmasin, Sabtu, 3 Desember 2022.

Adian Napitupulu berbicara di hadapan ratusan kader utama PDIP se-Kalsel dengan tema membangun dedikasi dan semangat juang kader partai. Menurut Adian, seluruh anggota dan kader PDIP adalah aktivis pergerakan yang tugasnya cuma satu, yakni mengorganisir rakyat.

“Karena tanpa mengorganisir diri dan rakyat, kita bukan siapa-siapa. Kalau kita sendiri, kita bukan siapa-siapa,” kata Adian.

“Bagaimana cara mengorganisir rakyat? Uang bukanlah jawabannya. Suara rakyat tak perlu dibayar dengan uang amplop. Rakyat tak boleh jadi objek jual beli, rakyat itu terhormat,” tegasnya.

Maka langkah pertama, kata Adian, hilangkan dulu pikiran bahwa rakyat yang kita wakili hanya sekedar diberi amplop berisi uang. Kedua, berbuat yang terbaik kepada rakyat, maka rakyat takkan bertanya apa agama dan suku, namun akan bisa melihat ketulusan dari tindakan.

Halaman Selanjutnya
img_title