Demokrasi Butuh Partai Politik, Tak Boleh Nyinyir Orang Baik Masuk Partai

Burhanuddin hingga Hasto di Seminar Nasional Pelembagaan Partai Politik
Burhanuddin hingga Hasto di Seminar Nasional Pelembagaan Partai Politik
Sumber :

Untuk idiologi partai, Burhanuddin mengatakan nyaris tidak ada perbedaan. karakter. Seperti ideologi ekonomi, riset menemukan semua partai cenderung berideologi tengah. Ada kesimbangan pada isu kesetaraan dan isu pembangunan ekonomi.

Idiologi yang berbeda, menurut dia, hanya terkait isu agama dan Pancasil. PDIP dan Nasdem cenderung menegaskan agama jangan masuk terlalu dalam ke isu politik. Sedangkan PPP dan PKS sebaliknya.

“Artinya kalau jualan isu ekonomi, semua parpol hampir sama. Irisan ideologi nyaris sama. Perbedaaanya di isi agama,” katanya.

Tingkat kedekatan antara partai dengan pemilih, menurutnya juga rendah. Termasuk yang disoroti kinerja partai yang masih rendah.

“Berarti secara efektif rendah, secara intermediasi juga dipersoalkan perannya. Padahal partai penting dalam kehidupan demokrasi,” ujarnya.

Riset juga menemukan, bahwa trust masyarakat terhadap parpol paling rendah dibanding institusi-institusi lain. 

“Jadi PR para tokoh termasuk Mas Hasto banyak ini. Saya termasuk orang yang tidak pernah mau nyinyir dengan politisi dan aktivis partai. Kalau ada orang baik masuk partai politik, kita harus dorong. Jangan sampai partai diisi sama orang yang bermasalah, karena masalah partai sudah banyak. Trust rendah, fungsi intermediasi dipersepsi rendah, makin lama pemilih makin jauh dengan partai. Tapi kita tidak ada pilihan lagi berdemokrasi tanpa partai,” paparnaya.

Halaman Selanjutnya
img_title