Anies Digoyang Isu Utang ke Sandiaga, Nasdem: Konteksnya Bila Menang Dianggap Lunas

Mantan Gubernur DKI Anies Baswedan saat dideklarasikan Nasdem sebagai capres.
Sumber :
  • VIVA/M Ali Wafa

VIVA Politik - Bakal calon presiden atau capres dari Partai Nasdem Anies Baswedan digoyang isu utang Rp50 miliar ke Sandiaga Uno mencuat di tengah dinamika menuju Pilpres 2024. Elite Nasdem pasang badan membela Anies.

Bonus Operator Uang Palsu hingga Seratusan Juta, Ahok Disebut Harus Siap Kampanye di Jakarta

Wakil Sekretaris Jenderal DPP Nasdem Hermawi Taslim heran dengan kemunculan isu tersebut. Dia berpandangan  isu utang ini muncul karena Anies siap maju nyapres dan punya elektabilitas tinggi.

"Apakah isu ini akan muncul kalau Anies tidak mencalonkan diri? Apakah isu akan mencuat kalau elektabilitas Anies tidak semakin tinggi?" kata Hermawi dalam Catatan Demokrasi tvOne yang dikutip VIVA pada Kamis, 9 Februari 2023.

Soal Peluang Duet dengan Anies di Pilgub Jakarta, Ahok: Aturan KPU Enggak Bisa

Dia menyinggung soal adanya perjanjian yang melibatkan Anies, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, dan eks Wakil Gubernur DKI Sandiaga Uno. Ia menyebut bicara soal perjanjian itu ibarat sebuah perikatan.

"Perjanjian itu kan sebuah perikatan. Wujudnya mana? Andre (Andre Rosiade) bilang ada, ya di mana itu barang? Jadi, maksud saya terlalu sumir kita bicara," jelas Hermawi.

Pilgub Jakarta 2024, PAN Sambut Baik Rencana Anies Baswedan Temui Prabowo

Wasekjen Nasdem Hermawi Taslim (kanan) dalam Catatan Demokrasi tvOne.

Photo :
  • tvOne

Hermawi mengatakan sebelum mendeklarasikan Anies pada 3 Oktober 2022 sebagai bakal capres, Nasdem sudah berbulan-bulan mendalami semua figur kandidat. Dia mengaku sebagai salah seorang perwakilan Nasdem yang mewancarai figur kandidat tersebut.

Menurut dia, ada dua hal yang juga ditanya ke Anies. Salah satunya soal isu Anies seolah-olah ingkar janji terhadap Prabowo.

"Yang pertama dua hal ini, soal pernyataan seolah-olah Anies mengingkari komitmennya dengan Prabowo yang tidak mencalonkan diri. Itu gampang dicari, di televisi, di Google," lanjut Hermawi.

Dia bilang perjanjian dengan Prabowo itu terkait konteks Pilpres 2019. Kata dia, merujuk keterangan Anies, bahwa Prabowo mengajaknya jadi cawapres.

"Clear itu dalam konteks 2019. Pak Anies mengatakan waktu itu termasuk Pak Prabowo mengajak beliau, sebagai salah satu kandidat cawapres, beliau mengatakan saya ingin menuntaskan pekerjaan saya di DKI. Jadi, konteksnya itu sangat jelas," jelas Hermawi.

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan (kanan) bersama Sandiaga Uno (kiri).

Photo :
  • Twitter.com/@sandiuno

Pun, soal isu utang juga ditanya langsung ke Anies sebelum dideklarasikan jadi capres pada 3 Oktober 2022. 

"Yang kedua, soal uang dan segala macam itu, kita dari awal, sudah kita tanya. Jadi, kita ini membongkar soal Anies sebelum kita deklarasikan 3 Oktober," kata politikus yang juga pengacara tersebut.

Menurut Hermawi, perjanjian itu memang ada. Tapi, konteksnya sudah lunas karena Anies dan Sandiaga memenangi Pilkada DKI 2017.

"Kita tanya persis tadi dengan narasi yang berbeda. Perjanjian itu ada, walaupun kita sama-sama tidak lihat. Saya juga tidak lihat. Tetapi, konteksnya apabila itu menang dianggap lunas," tuturnya. 

"Dan, itu sudah dikonfirmasi oleh orang yang paling kredibel menurut saya sekarang, Sudirman Said," ujar Hermawi.

Dia mengatakan demikian karena Sudirman merupakan juru bicara Anies yang aktif di tim kecil Koalisi Perubahan.

"Di Tim kecil koalisi pun Sudirman mewakili Anies. Jadi, maksud saya terlalu banyak isu lebih penting untuk menjelaskan kepada rakyat daripada membicarakan seperti ini," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya