Mahfud MD: Berceramah Politik di Masjid atau Gereja Boleh tapi ...

Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD
Sumber :
  • VIVA/Ilham Rahmat

VIVA Politik – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan Mahfud MD mengaku setuju kegiatan ceramah politik di rumah ibadah seperti gereja atau masjid sepanjang kontennya tentang kebangsaan dan kenegaraan.

Bawaslu Minta Semua Pihak Bantu Awasi Pilkada Serentak 2024

"Saya katakan tadi berceramah agama, berceramah politik di masjid atau di gereja atau di pesantren boleh apa tidak? Boleh," kata Mahfud usai acara Simposium Nasional bertajuk Kedamaian Berbangsa Menuju Pemilu 2024 Tanpa Politisasi Agama di Sekolah Partai PDI Perjuangan di Lenteng Agung, Jakarta, Selasa, 21 Maret 2023.

Menurutnya, berceramah tentang politik di rumah ibadah tak menjadi masalah sepanjang berbicara mengenai kebangsaan hingga kemanusiaan. "Asal politik kebangsaan, politik kenegaraan, dan politik kemanusiaan, dan kerakyatan," katanya.

Perayaan HUT DKI Ke-497, Heru Budi Minta Warga Jakarta Gunakan Hak Pilihnya di Pilkada

Kendati demikian, Mahfud mengingatkan terkait dengan politik praktis jangan dilakukan di rumah ibadah. Sebab, politik praktis merupakan pilihan yang berbeda oleh setiap orang dan apabila dikampanyekan akan menimbulkan perpecahan.

Bawaslu Minta Data Rekam Jejak Pengawas Pemilu Bisa Terstruktur

"Tapi kalau politik praktis jangan di masjid, jangan di pesantren, jangan di gereja juga, karena politik praktis pilihan yang beda-beda di antara setiap orang," ucap Mahfud.

Ilustrasi logo parpol peserta Pemilu 2024.

Photo :
  • Dok. VIVA

Menurut Mahfud, kampanye politik praktis di rumah ibadah akan menimbulkan perpecahan. Sebaliknya, ceramah politik kebangsaan dan kenegaraan di tempat ibadah justru baik.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya