Respons Refly Harun, Gerindra: Dia Sedang Frustasi

Habiburokhman: AMIN Jangan Aragon dan Paksa Pakai Fasilitas TNI
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta – Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Habiburokhman menyindir balik tim hukum Anies Badwrdan-Muhaimin Iskandar, Refly Harun, yang menyatakan tak puas dengan kesaksian empat menteri kabinet Jokowi pada sidang sengketa Pilpres 2024 di Mahkamah Konstusi (MK). 

img_title Jokowi Bicara PSI dan Parliamentary Threshold: 5, 6, 7, 8 Persen Nggak Masalah

Dia berpendapat, pernyataan Refly dianggap sebagai bentuk frustasi dari kubu Anies-Cak Imin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pernyataan Refly Harun 'Tak mungkin menteri tidak membela bosnya' seperti menunjukkan bahwa dia sedang frustrasi," kata Habiburokhman kepada wartawan, Senin, 8 April 2024.

img_title PPP Disebut Masih Punya 'Strong Voters' sebagai Modal Menuju Pemilu 2029

Wakil Ketua Komisi III DPR itu lebih jauh mengatakan, target utama kubu Anies sebenarnya memperkuat argumentasi dalil mereka dengan kehadiran 4 menteri. Namun, menurutnya, kubu Anies tidak menyangka keempat menteri tersebut malah kompak memberikan keterangan yang seolah mematahkan argumentasi kubu Anies maupun tim Ganjar Pranowo-Mahfud MD

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Habiburokhman

Photo :
  • Istimewa

img_title Pengamat soal Revisi UU Pemilu: Prosesnya Tak Boleh Tergesa-gesa

.

"Sebabnya target utama mereka memperkuat argumentasi dengan menghadirkan menteri-menteri Jokowi di persidangan ternyata berakhir anti klimaks. Tanpa mereka sangka, justru empat menteri secara kompak memberikan keterangan yang mematahkan seluruh argumentasi mereka bahwa pemerintah Jokowi menggunakan bansos sebagai instrumen untuk memenangkan paslon 2," kata Habiburokhman.

Elite Tim Kampanye Nasional atau TKN Prabowo-Gibran ini lantas mengulas keterangan Menkeu Sri Mulyani di sidang MK yang menegaskan penyusunan APBN tidak dipengaruhi pemilihan paslon pilpres. Sebab, lini masanya selesai pada September 2023, sementara penetapan paslon capres terjadi di November 2023.

Habiburokhman juga menyebut Sri Mulyani menegaskan dana yang digunakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat kunjungan kerja bukan dana bansos atau Perlinsos, tetapi Dana Operasional Presiden berdasarkan Permenkeu Nomor 48 tahun 2008.

Selain itu, Habib juga mengungkit Mensos Trirismaharini yang menyebut soal pencairan bansos awal tahun sudah dilakukan jauh sebelum dirinya menjabat dan bentuk yang disalurkan berupa cash transfer, tidak dalam bentuk barang sehingga sulit untuk diklaim oleh pihak tertentu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, dia melanjutkan Menko PMK Muhajir Effendy mengatakan kunker Jokowi bukanlah hanya jelang pemilu karena hal tersebut sudah menjadi pola kepemimpinan Jokowi.

"Pernyataan Refly soal, 'Tak mungkin menteri tak membela bosnya' merendahkan martabat dan integritas para menteri tersebut. Di sisi lain pernyataan tersebut menunjukkan kebodohan Refly. Harusnya, kalau berasumsi 'Nggak mungkin menteri tak membela bosnya', mengapa dia sejak awal ngotot menghadirkan para menteri," ujarnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut