Jubir PKS Ungkap Alasan Prabowo Batal Hadiri Rapimnas

Ketua DPP sekaligus Jubir PKS Ahmad Mabruri.
Sumber :
  • Dok. PKS

Jakarta, VIVA - Juru Bicara Partai Keadilan Sejahtera Ahmad Mabruri menjelaskan bahwa calon presiden terpilih Prabowo Subianto tidak menghadiri rapat pimpinan nasional PKS karena ada tugas kenegaraan.

img_title Soal Tindaklanjuti Putusan MK Terkait Ijazah Gibran, PDIP Buka Pintu Dialog dengan Fraksi Lain: Ada Pidana di Situ

"Pagi kami dapat kabar, Prabowo tidak bisa hadir karena ada tugas kenegaraan, kunjungan ke Filipina," kata Mabruri di Kantor Dewan Pimpinan Tingkat Pusat PKS, Jakarta, Kamis, 19 September 2024.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Walaupun demikian, dia mengatakan bahwa Rapimnas PKS tetap berjalan karena sudah diagendakan partainya sejak lama.

img_title Prabowo Bidik Penyaluran Kredit Rakyat Rp400 Triliun pada 2027, Kelompok Petani hingga Nelayan jadi Sasaran

Prabowo Subianto bertemu dengan Ketua Majelis Nasional Vietnam H.E. Mr. Tran Thanh Man.

Photo :
  • VIVA.co.id/Zendy Pradana

Sementara itu, dia menjelaskan bahwa pihaknya pada 20-22 September 2024 akan mengadakan Rapat Kerja Nasional PKS di Hotel Sahid Jaya, Jakarta, yang mengagendakan membahas bagaimana PKS menyongsong Pilkada 2024 maupun desain organisasi.

img_title Dua Pesawat Latih Militer Filipina Tabrakan di Udara, 4 Pilot Tewas

Ia menyebut Prabowo tidak diundang oleh PKS untuk menghadiri agenda rakernas tersebut. “Kalau di rakernas tidak dijadwalkan. Dijadwalkannya di rapimnas ini, dan beliau tidak bisa hadir,” ujarnya.

Prabowo juga batal bertemu langsung dengan massa buruh di Istora Senayan, Jakarta, Rabu, dalam acara peringatan tiga tahun kebangkitan Partai Buruh.

Presiden Partai Buruh Said Iqbal di hadapan seribuan lebih kadernya meneruskan permintaan maaf Prabowo yang membatalkan rencananya untuk hadir dan menyampaikan pidato kebangsaan di depan para buruh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Presiden Partai Buruh Said Iqbal, Demo Buruh Mahkamah Konstitusi, MK

Photo :
  • VIVA/M Ali Wafa

"Beliau mengajukan permintaan maaf karena, dengarkan dulu, saudara, karena ada tugas negara. Tugas negara yang tidak bisa ditinggalkan," kata Said Iqbal yang disambut dengan riuh sorakan para kader Partai Buruh. (ant)

Presiden Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) Dua Tahun Pertama Pemerintahan Kerja Nyata untuk Negeri

Kalkulasi Wacana Pemakzulan Gibran, Jimly Asshiddiqie: Faktor Terpentingnya Presiden Prabowo

Guru besar hukum tata negara Jimly Asshiddiqie membeberkan kalkulasi politik terkait wacana pemakzulan Gibran. Menurutnya, Presiden Prabowo memenag faktor kunci.

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut