Kinabalu Usai, Apakah Malaysia Berubah?

Jumpa pers Menlu Indonesia dan Malaysia di Kota Kinabalu
Jumpa pers Menlu Indonesia dan Malaysia di Kota Kinabalu
Sumber :
  • ANTARA/ Adi Lazuardi

VIVAnews - Hasil perundingan Indonesia-Malaysia di Kinabalu, Sabah, Malaysia dinilai terlalu diplomatis. Pemerintah Indonesia dinilai masih terlalu lunak.

"Perundingan itu masih diplomatis, itu terlalu soft untuk perspektif bangsa Indonesia," kata Wakil Ketua DPR Pramono Anung di Gedung DPR, Jakarta, Selasa 7 September 2010.

Salah satu alasan Pramono adalah pemerintah Indonesia 'gagal' membuat sikap Malaysia berubah. Jadi, bukan semata-mata perundingan, tapi apakah hasilnya itu bisa membawa perubahan sikap sudut pandang Malaysia terhadap Indonesia.

"Apakah akan ada perubahan, apakah akan ada perbaikan. Apakah Malaysia akan lebih menghargai Indonesia sebagai bangsa serumpun dalam kehidupan diplomatik yang equal, yang sejajar," tanya Pram.

Padahal Pramono mengharapkan Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa yang juga diplomat memiliki gengsi dan wibawa. Marty diharapkan lebih punya sikap dalam mempertahankan kedaulatan. Sekalipun Indonesia memiliki persoalan dua juta Tenaga Kerja Indonesia di Malaysia.

"Itu menunjukan tidak ada diplomasi yang menunjukkan bangsa ini mempunyai dignity, punya harga diri," kritik Pram.

Meski demikian, Pramono menegaskan seluruh TKI itu perlu mendapatkan perlindungan. "Nah, dalam keseimbangan itulah yang harus dilakukan Menlu Marty," tegas Pramono.

Bagi DPR, yang paling penting sebenarnya adalah bagaimana implementasi atas hasil perundigan itu ke depan. Bukan semata perudingan itu sendiri. (adi)