Ijazah Palsu Jokowi Dibawa ke Ranah Hukum, Boni: Itu Terobosan yang Bagus

Pengamat Politik, Boni Hargens
Sumber :
  • VIVA.co.id/Rahmat Fatahillah Ilham

Jakarta, VIVA – Pengamat Politik, Boni Hargens menilai langkah Presiden ke-7 RI, Joko Widodo membawa kasus tudingan ijazah palsu ke ranah hukum, sudah tepat. Menurutnya, demokrasi harus mengikuti aturan main untuk mencegah fitnah dan hoaks di masyarakat.

img_title Roy Suryo 5 Kali Ajukan Praperadilan, Kini Kembali Tuntut Ganti Rugi Rp206 Juta

"Demokrasi memang harus mengikuti aturan main, karena kita menganut sistem demokrasi hukum. Jadi apa yang dilakukan Pak Jokowi itu terobosan yang bagus. Segala sesuatu harus diselesaikan secara hukum, nah itulah," ujar Boni Hargens dalam keterangannya, Kamis, 24 April 2025.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Boni menilai Jokowi telah memberi teladan masyarakat untuk berdemokrasi dengan baik. Pasalnya, warga pun dapat melakukan aksi perlawanan atau protes, namun harus diselesaikan melalui jalur hukum agar tidak menimbulkan kekacauan.

img_title FNF Asia: Demokrasi Dalam Tekanan, dari AS hingga Indonesia

"Saya mengapresiasi Pak Jokowi, karena beliau memberikan teladan yang sangat bagus di dalam hidup berdemokrasi. Bahwa kalau orang memprotes, orang melakukan aksi perlawanan, semua bisa diselesaikan lewat proses hukum," kata dia.

img_title Hasto PDIP Ungkap Demokrasi RI Alami Kemunduran, Ini Alasannya

Di sisi lain, Boni mengendus adanya motif politik tertentu dibalik tudingan ijazah palsu Jokowi. Sebab, lanjut dia, tudingan secara terus menerus diarahkan kepada Jokowi dan keluarganya.

"Nah, ini akan sangat mengganggu stabilitas politik. Jadi langkah Pak Jokowi untuk membawa proses ini ke ranah hukum itu langkah yang sangat strategis dan juga demokrasi," ujar dia.

Boni menilai ada barisan kelompok sakit hati yang ingin menghancurkan legacy atau peninggalan Jokowi. Termasuk, posisi Wakil Presiden, Gibran Rakabuming Raka.

"Jadi kelompok barisan-barisan sakit hati ini, kemudian mengkristal jadi satu gugus politik baru. Dan mereka terus secara konsisten menekan Pak Jokowi, menyudutkan keluarga Pak Jokowi," ujar Boni.

"Ada kelompok yang sudah melirik jabatan Wakil Presiden di 2029. Sehingga tentu saja mereka sekarang bekerja untuk menghancurkan Jokowi dalam rangka melemahkan posisi posisi tawar dari Mas Wapres Gibran di dalam kancah politik ini menuju 2029," imbuhnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia berharap agar masyarakat dapat menunggu hasil perkara tudingan ijazah palsu Jokowi di ranah hukum. Sebab, nantinya ijazah asli Jokowi akan ditampilkan sebagai barang bukti.

"orang-orang ini yang terus secara konsisten menuding bahwa ijazah Pak Jokowi itu palsu, mereka akan berhadapan dengan pengadilan. Karena di dalam proses persidangan itu kan otomatis barang bukti itu akan dihadirkan, yaitu ijazah aslinya," pungkasnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut