Visi SBY Soal Ibukota: Greater Jakarta

Lanskap gedung-gedung tinggi di kawasan Semanggi
Lanskap gedung-gedung tinggi di kawasan Semanggi
Sumber :
  • ANTARA/Yudhi Mahatma

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono hari ini menerima Rektor Institut Teknologi Bandung, Akhmaloka, di Kantor Presiden, 11 Januari 2011. Dalam kesempatan itu, SBY membahas juga tentang wacana pengembangan Ibukota Jakarta.

Hal ini disampaikan Juru Bicara Kepresidenan, Julian Aldrin Pasha, usai pertemuan. "Presiden menekankan keinginan beliau mewujudkan suatu "Greater Jakarta", suatu Jakarta yang lebih besar dan lebih luas," kata Julian.

Rektor ITB pun kemudian mencontohkan Tokyo dalam melakukan pengembangan wilayah yang berkembang sesuai kapasitas penduduknya. Ini berarti, perkembangan Jakarta dapat dilakukan terkait dengan kota-kota di sekitarnya. "Juga terkait beberapa daerah lain seperti Purwakarta, Sukabumi, dan sekitarnya," ucap Julian.

Karena itu, dalam pembahasan tadi pengembangan Jakarta dapat dilakukan dengan memulai integrasi konektivitas Jakarta dengan kota-kota di sekitarnya. "Misalnya dari jalur transportasi atau akses jalan raya," ujar Julian.

Tapi belum dibahas mengenai berapa investasi yang dibutuhkan dalam mengembangkan Jakarta. "Masih terlalu dini untuk disampaikan apakah sudah ada estimasi atau biaya yang harus disediakan," katanya.

Julian juga mengungkapkan, pemerintah masih melakukan kajian terkait apakah akan mempertahankan Jakarta sebagai ibukota. Saat ini pemerintah belum memutuskan apakah akan tetap menjadikan Jakarta sebagai Ibukota dan membangun pusat pemerintahan tersendiri, ataukah memindahkan Ibukota ke kota selain Jakarta.

Istilah "Greater Jakarta" ini mengingatkan kita pada istilah "Greater Kuala Lumpur" di Malaysia. Soal ini, bisa dibaca di artikel berikut: Arah Pembangunan "Jabodetabek" Malaysia.