Jusuf Kalla Bantah Sumbang Dana ke Al-Zaytun

Jusuf Kalla
Sumber :
  • thejakartapost.com

VIVAnews - Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla membantah memberikan sumbangan kepada pondok pesantren Al-Zaytun pimpinan Panji Gumilang. Pondok pesantren ini santer disebut-sebut sebagai produk NII.

"Nggak ada sama sekali, tidak ada sumbangan. Dia (Panji) mengira saya menyuap, padahal tidak, ada yang tipu-tipu padahal tidak," ujar JK disela kegiatan operasi katarak gratis di RSCM, Jakarta, Sabtu 7 Mei 2011.

Kehadirannya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di pesantren itu, beberapa waktu lalu, hanya untuk memenuhi undangan sebagai Wakil Presiden.

"Saya hanya diundang untuk Maulid. Karena pesantrennya besar, ya diundang Maulid saya datang. Waktu wapres saya datang satu kali," katanya.

Dia menyatakan, tidak mengetahui pesantren Al-Zaytun selama ini dikaitkan dengan NII. Padahal, saat itu, dia melihat Al-Zaytun merupakan lembaga pendidikan Islam yang sangat baik.

"Al-Zaytun sebagai pesantren, sangat hebat, sangat bagus sebagai pesantren. Saya tidak tahu lebih dari itu," ucapnya.

Dia juga membantah, Partai Golkar telah menjaring massa NII pada pemilu 2009. "Siapa yang tahu massa NII, nggak pernah kita menggunakan dan berhubungan (dengan) NII," tegas mantan Ketua Umum Partai Golkar ini.

Dia berharap, agar seseorang yang sudah terlibat dengan jaringan NII segera diluruskan dan diberi pencerahan mengenai pemikiran yang moderat. NKRI adalah harga mati. "Jika bertindak yang negatif ya ditindak," imbuhnya.

img_title Cak Imin Dorong Keterlibatan Pesantren Cegah Karhutla dengan Cara Ini

Pengelola Al Zaytun, Panji Gumilang sendiri membantah keras, pesantrennya produk  NII. Kata dia, NII sudah selesai. (umi)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi/Simpatisan dan kader Partai Gerindra.

Survei IPO: Elektabilitas Gerindra Teratas Capai 23,1%, Disusul PDIP dan Golkar

Indonesia Political Opinion (IPO) merilis hasil survei terkait elektabilitas partai. Hasilnya, Partai Gerindra mencapai posisi teratas dengan elektabilitas 23,1 persen

img_title
VIVA.co.id
25 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut