"Anggota DPR Hanya Datang dan Isi Absensi"

VIVAnews - Fungsionaris Partai Golkar, Idus Marham mengkritik kinerja anggota Dewan Perwakilan Rakyat. Dalam disertasi doktoralnya berjudul 'Demokrasi Setengah Hati. Studi Kasus Elit Politik di DPR RI tahun 1999-2004, Idrus mengatakan hanya sekitar 40 persen anggota Dewan yang terlibat dalam pembahasan konseptual tentang produk-produk hukum.

"Yang lain hanya memenuhi tugas-tugas yang konstitusional, datang dan mengisi daftar hadir," kata Idrus dalam ujian disertasinya di Gedung Sekolah Pasca Sarjana Universitas Gadjah Mada (UGM) di Jl. Teknika Utara, Yogyakarta, Sabtu 17 Januari 2009.

Seharusnya, di Dewan dibudayakan proses politik yang diawali dengan konsep atau pemikiran, bukan sikap politik. Sebab, produk yang diawali konsep bisa menghadirkan kebenaran. "Selama ini anggota Dewan selalu mencari pembenaran dari sikap politiknya," tambah Idrus.

Apa yang disampaikan Idrus dalam disertasinya, membuat akademisi UGM, Prof Dr Miftah Thoha bertanya-tanya. "Apa iya anggota Dewan seperti yang Anda tuliskan, tidak bermutu?," kata dia.

Menurut Idrus, masalahnya ada di sistem politik di Indonesia yang hanya menaikan orang-orang populer. "Tapi tidak menghasilkan anggota dewan berkualitas," kata dia.

Idus melanjutkan, harus ada sistem baru mewujudkan orang-orang berkualitas. Partai politik, tambah dia, bertanggungjawab menggodok calon-calon berkualitas. "Kualitas Dewan tergantung calon yang disodorkan untuk partai," kata dia.

Ujian doktoral Idrus dihadiri sejumlah petinggi negara ini. Tampak hadir, Wakil Presiden, Jusuf Kalla, Sri Sultan Hamengkubuwono X, Andi Mattalatta, Aksa Mahmud, dan Muladi.

Laporan: Rahardian|Yogyakarta