Benarkah Tifatul Sembiring Dilema Soal BBM

Tifatul Sembiring di DPR
Sumber :
  • VIVAnews/Ikhwan Yanuar

VIVAnews - Staf Khusus Menteri Komunikasi dan Informatika Ahmad Mabruri mengatakan, sejak Tifatul Sembiring ditugaskan di pos Menteri Komunikasi dan Informatika, mantan Presiden Partai Keadilan Sejahtera itu selalu bekerja secara profesional dan tidak mencampuradukkan antara urusan kementerian dengan partai. Tak benar pula Tifatul dilematis karena partainya berbeda pendapat dengan pemerintah dalam soal rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

"Soal sosialisasi kenaikan harga BBM sudah dilakukan Menkominfo di bawah koordinasi Wakil Presiden," kata Mabruri. "Jadi Kemenkominfolah yang mengatur tampilnya menteri-menteri terkait di TVRI, RRI dan televisi swasta lainnya. Kementerian juga memasang iklan beberapa media. Pak Tif bahkan memberikan kultwit di sosial media dengan followers beliau yang hampir 350 ribu," kata Mabruri secara tertulis ke VIVAnews, Senin 2 April 2012.

Mabruri mengingatkan bahwa keberadaan Kemenkominfo saat ini jangan disamakan dengan Departemen Penerangan masa lalu. Kemenkominfo sekarang hanya memfasilitasi komunkasi publik dan menteri-menteri terkait menyampaikan substansi,

"Kalau soal pendapat, Pak Tifatul itu ikut arahan Presiden. Beliau tidak pernah menentang kebijakan pemerintah. Tapi soal hubungan dengan partai itu kan lain, ada mekanismenya sendiri. Jangan dicampuradukkan," kata Mabruri.

Mabruri menyatakan, memang benar bahwa Presiden juga meminta parta menteri dari partai menyampaikan pesan-pesan pemerintah kepada DPP partai masing-masing. "Jadi tidak benar ada dilema. Tifatul bekerja profesional, bukan dalam isu BBM ini saja tetapi banyak hal sudah disosialisasikan kepada masyarakat, seperti ASEAN Summit, Kredit Usaha Rakyat, susu formula, tanggap bencana, Sail Wakatobi-Belitung dan lain-lain. Semua sesuai arahan."

Namun Mabruri mengakui sosialisasi kenaikan harga BBM tidak mudah. Opini dan pemberitaan media sudah membentuk mind set

publik, tidak mudah untuk dijelaskan. "Anda juga harus lihat fakta bahwa media begitu dahsyat mengangkat berita soal BBM ini. Isunya seksi, mudah menyulut emosi orang," kata Mabruri yang sebelumnya berprofesi jurnalis itu.

Pada sisi lain, banyak kementerian lain belum menyiapkan anggaran sosialisai kenaikan harga BBM karena masalah ini tiba-tiba dan belum diantisipasi dalam penyusunan anggaran tahun sebelumnya. "Jadi Ibu Andi Nurpati, soal Kemenkominfo tenang saja. Kami bekerja profesional di bawah arahan Presiden. Santai saja Bu," kata Mabruri.

Pernyataan Mabruri ini memang ditujukan untuk menjawab jumpa pers tiga politisi Demokrat Sabtu lalu. Salah satu yang berbicara adalah Andi Nurpati, yang menyarankan menteri-menteri dari PKS sebaiknya mundur saja karena partainya tidak mendukung rencana pemerintah untuk menaikkan harga BBM.

img_title Coach Justin Yakin Timnas Indonesia Sanggup Bantai Bangladesh 5-0: Nasib Garuda Ada di Tangan Sendiri!
Menteri Sosial (Mensos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat

Kuota Penerima Bansos Berpeluang Ditambah, Gus Ipul: Tergantung Kebijakan Presiden

Kemensos membuka peluang penambahan alokasi kuota penerima bantuan sosial (bansos) nasional apabila proses digitalisasi sistem Perlinsos Digital telah solid.

img_title
VIVA.co.id
1 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut