Anas Ingatkan Jasa Besar Media kepada SBY

Anas resmikan Pergerakan Indonesia
Anas resmikan Pergerakan Indonesia
Sumber :
  • Antara/ Widodo S Jusuf

VIVAnews - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) belum lama ini mengkritik keras pemberitaan insan media terkait partainya.

Saat berpidato di depan ribuan kader Partai Demokrat, SBY menyebut media sudah bersikap tidak adil dengan menulis berita korupsi terhadap kader Demokrat lebih besar dibanding kader partai-partai yang lain.

Terkait hal tersebut, mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, mengingatkan SBY tentang jasa besar media terhadap perjalanan hidupnya.

Menurut Anas, keberhasilan SBY menjadi presiden selama dua periode berturut-turut tidak lepas dari kontribusi media massa.

"Saya hanya ingin mengatakan begini, Pak SBY pernah menikmati masa bulan madu dengan media yang cukup panjang. Tahun 2002-2003, sampai kemudian puncak kehebatan politik SBY pada 2009, dengan angka dukungan yang besar, peran media sangat besar," kata Anas dalam program ILC Tv One, Selasa 29 Oktober 2013.

Anas berpendapat jika belakangan SBY marah terhadap media hanya karena menganggap sering mendapat berita yang kurang proporsional, maka akan lebih adil, SBY mengingat masa lalu yang panjang tersebut. "Beliau menjadi orang besar dengan dukungan media massa," ujarnya.

Meskipun demikian, Ketua Presidium Organisasi Massa (Ormas) Perhimpunan Pergerakan Indonesia (PPI) menilai Presiden juga seorang manusia. Oleh karena itu, wajar saja kalau marah.

"Kalau sekarang SBY marah terkesan kok aneh ya Presiden marah, marah-marah. Itu karena Pak SBY yang marah jarang diketahui publik. Kalau tahu, publik akan biasa saja," terangnya.

Anas menambahkan media memiliki dinamika dalam pemberitaan khususnya terkait tokoh, publik figure bahkan sampai seorang Kepala Negara. Sepanjang waktu, katanya, ada suatu masa seorang membutuh media, adapula waktu ketika ia bersikap kritis terhadap media.

"Tapi yang pasti ini bagian dari politik SBY yang harus kita hormati dan pembelajaran kita bersama," tuturnya.