Keluarga Cikeas Belum Follow Akun Twitter Pramono Edhie

Mantan KSAD Pramono Edhie Wibowo.
Mantan KSAD Pramono Edhie Wibowo.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Widodo S. Jusuf

VIVAnews - Anggota Dewan Pembina Partai Demokrat, Pramono Edhie Wibowo meluncurkan akun Twitter pribadinya, @edhiewibowo_55. Ini sebagai salah satu langkah dalam kampanye untuk meloloskan dirinya pada konvensi Partai Demokrat.

Rabu, 30 Oktober 2013, Pramono Edhie mengaku untuk mengelola akun Twitter tersebut, dirinya membentuk tim khusus yang jumlahnya sekitar lima orang. Menurutnya, akun Twitter itu segaja dibuat untuk berkomunikasi dengan para kader Partai Demokrat di daerah

"Akunnya diaktifkan secara resmi sebulan yang lalu. Tapi hari ini baru di launching. Ada tim media yang khusus mengelolanya, hanya lima orang," kata Pramono Edhie di Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta.

Hingga sore ini, jumlah follower akun pribadi Pramono sudah sekitar 1.934 dan ada 401 tweet yang diposting. Pengikutnya di Twitter terdiri dari bermacam-macam golongan, mulai rekan sejawat sampai anak muda. Tapi menurutnya, paling banyak adalah kader-kader Partai Demokrat di daerah.

"Jadi follower variasi. Tapi kebanyakan kader yang saya temui di daerah. Tapi Kalau di Jakarta sendiri masih sedikit. Karena saya belum turun di Jakarta untuk pengenalan diri saya," katanya.

Pramono Edhie, menambahkan meski dirinya sudah memiliki akun twitter. Tetapi belum ada satu pun keluarga dari keluarga Cikeas yang follow twitternya.

"Keluarga Cikeas tidak ada yang follow, belum ada yang follow. Justru orang lain yang follow saya. Makanya kalau diumumkan sekarang mungkin ada yang ingin melihat siapa saya ini," katanya.

Sementara itu, Pramono Edhie menambahkan bahwa dirinya tidak akan melaporkan sumber dana kampanye selama masa konvensi calon presiden di Partai Demokrat.

Menurutnya, dana kampanye untuk ikut konvensi dibantu rekan-rekannya, termasuk Menteri Perumahan Rakyat, Djan Faridz. Kata dia, salah satu kontribusinya dengan meminjamkan rumah pribadinya di Jalan Diponegoro No 43 untuk dijadikan sekretariat tim sukses dirinya

"Saya hanya menggunakan bagian depan. Terus ruang rapat kalau tidak dipakai saya yang gunakan," katanya.

Disampaikan Pramono Edhie, rumah Djan Faridz itu memang kerap dijadikan sebagai tempat untuk acara koalisi antar partai. Tetapi dia menegaskan bukan berarti Demokrat akan berkoalisi dengan partai yang diusung oleh Djan Faridz. Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Menurutnya, Djan Faridz meminjamkan rumahnya karena mereka sudah lama menjalin hubungan pertemanan. Jadi bukan karena ada hubungan politis antar partai. Kata dia, awal dirinya mengenal Djan Faridz waktu dirinya menjadi Kepala Satuan

"Saya kenal dengan baik. Saya kawan sama Djan Faridz, waktu itu kami sedang makan saya bercerita mencari tempat untuk sekretariat. Lalu dipinjamkan. Beliau meminta saya memanfaatkan rumahnya. Perjanjiannya untuk dua bulan saja," katanya. (sj)