Menilik Ambisi PDIP di Pilkada Kalteng

Hasto Datangi KPK
Sumber :
  • Antara/Vitalis Yogi Trisna

VIVA.co.id - Penundaan pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur di Kalimantan Tengah (Kalteng) tidak menyurutkan langkah Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) untuk memenangkan pasangan nomor 2, Willy M Yoseph-HM Wahyudi K Anwar (Willy-Wahyudi).

Putra Risma Tak Rela Ibunya Jadi Calon Gubernur Jakarta

"Pilgub tertunda akibat ada pihak-pihak yang ingin memenangkan Pilgub dengan menungganggi hukum dan mencoba membatalkan pencalonan salah satu pasangan calon. PDIP sangat menyesalkan adanya pihak tertentu yang ngotot ingin menang dengan menghalalkan banyak cara," kata Sekjen DPP PDIP, Hasto Kristiyanto melalui pernyataan tertulisnya yang diterima VIVA.co.id, Minggu, 20 Desember 2015.

Hasto mengingatkan, bahwa rakyat merupakan hakim tertinggi dan pemegang kedaulatan untuk menentukan pemimpin terbaik di Kalteng. Hasto menegaskan komitmen partainya untuk membangun Kalteng. "Presiden berasal dari kader PDIP. Dengan demikian jika gubernur kalteng dari PDIP maka sinergi kebijakan pusat dan daerah akan berjalan baik," ujarnya menambahkan.

Hasto Bantah Sering Komunikasi dengan Risma

Kalteng, kata Hasto, secara kesejarahan oleh Bung Karno dirancang sebagai masa depan Ibu Kota NKRI. "Karena itulah wajib bagi seluruh simpatisan, anggota, dan kader PDIP untuk memenangkan Willy-Wahyudi."

Dalam kesempatan terpisah, politisi PDIP yang duduk di kabinet kerja seperti Puan Maharani, Tjahjo Kumolo, Pramono Anung, Yasona Laolly, dan Puspayoga juga siap bergotong royong memenangkan pasangan nomor urut 2 tersebut.

PDIP Masih Cari Momentum Baik untuk Umumkan Cagub DKI

(mus)

Sekretaris Jenderal PDIP Hasto Kristiyanto.

PDIP Bahas Nama Budi Waseso untuk Pilkada Jakarta

Sekretaris Jenderal mengelak menjawab soal nama Risma.

img_title
VIVA.co.id
11 Agustus 2016