DPR Tak Setuju Usul BIN Bisa Tangkap Orang Diduga Teroris

Anggota Komisi I DPR, Tantowi Yahya.
Anggota Komisi I DPR, Tantowi Yahya.
Sumber :
  • VIVAnews/Tri Saputro
VIVA.co.id - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tak setuju usulan agar kewenangan Badan Intelijen Negara (BIN) ditambah, di antaranya, bisa menangkap orang yang diduga sebagai teroris.

Wakil Ketua Komisi DPR RI, Tantowi Yahya, berargumentasi bahwa tugas dan fungsi BIN adalah deteksi dini potensi gangguan keamanan dan ketertiban, bukan penegakan atau penindakan hukum.

"Tugas BIN itu adalah penangkalan dini; early warning system. Kita tidak setuju dengan permintaan wewenang baru BIN, yaitu penangkapan," kata Tantowi kepada wartawan di kompleks Parlemen di Jakarta, Senin, 18 Januari 2016.

Tantowi menjelaskan tugas BIN sekarang sudah tepat dan sesuai dengan undang-undang. BIN melakukan pengolahan semua informasi terkait dugaan kelompok teroris. Proses kerja BIN mengumpulkan semua informasi dan menganalisisnya dengan validitas yang tinggi.
Halaman Selanjutnya
img_title