Pilkada Manado, Dua Kubu Tuding Penggelembungan 6.533 Suara

Logistik surat suara pilkada
Sumber :
  • ANTARA/Destyan Sujarwoko

VIVA.co.id - Tahapan pleno penghitungan suara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kota Manado saat ini masih berlangsung di tingkat kecamatan.

Namun, hasil hitungan C1 sudah diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Manado melalui website resminya. Celakanya, angka-angka di tabulasi tersebut mencuatkan penggelembungan total 6.533 suara.
 
“Ini namanya pembodohan pada masyarakat. Kami kira 6.533 suara misterius itu tidak ada dan KPU Manado harus bertanggung jawab atas opini yang sudah terbentuk,” ujar Anes Supit, Wakil Ketua Tim Pemenangan pasangan PDIP, Hanny Jost Pajouw-Gregorius Tonny Rawung (HJP-Tora), Sabtu, 20 Februari 2016.
 
Anes merujuk pada tabulasi hitungan berdasarkan hasil hitung TPS formulir C1 yang diumumkan KPU Manado lewat situs resminya di alamat https://pilkada2015.kpu.go.id/manadokota.
 
Angka-angka yang dilengkapi tabel charts berbentuk lingkaran disebut pengguna hak pilih saat Pilkada Manado, yang digelar Rabu, 17 Februari 2016, terdiri dari 90.515 pemilih laki-laki dan 96.885 pemilih perempuan. 
 
Anehnya, jumlah kedua angka tadi disebut sebanyak 193.933 suara. Padahal, bila dijumlahkan seharusnya hanya 187.400 suara, sehingga ada selisih 6.533 suara.
 
Hitungan aneh lainnya juga terlihat pada charts suara sah 187.525 dan tidak sah 3.665, bila dijumlahkan hasilnya 191.190. Namun, di situs tersebut tertera 190.249 suara. 
 
Bahkan ada juga kejanggalan ketiga yang dilihat Anes pada jumlah total suara ketiga pasangan calon yang melebihi 100 persen.
 
“Kalau dijumlahkan sudah 100,01 persen. Kami menduga ribuan suara itu ditambahkan pada pasangan calon nomor tiga, Vicky Lumentut dan Mor Bastiaan,” kata dia lagi.
 
Hingga Jumat malam, angka-angka di situs resmi KPU tersebut masih tertera sama persis sejak disampaikan final data 811 TPS pada Kamis, 18 Februari 2016. 
 
Namun, di situs KPU juga menyebut rekapitulasi suara berdasarkan formulir model C1 yang telah ditetapkan  Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS), bersifat sementara dan bukan hasil final. 
 
Seharusnya, kesalahan yang terdapat pada formulir model C1 diperbaiki pada rekapitulasi di tingkat atasnya.
 
Pasangan dari gabungan partai Gerindra dan Hanura, Harley Mangindaan-Jimmy Asiku, yang diwakili ketua tim hukumnya, Frangky Weku, ikut menyoroti keanehan data situs KPU Manado. 
 
“Kami apresiasi kinerja KPU, tapi kami sesalkan data yang terposting 100 persen karena ini telah menggiring opini masyarakat soal pemenang Pilkada,” ujar Frangky.
 
KPU, lanjut Frangky, seharusnya menghormati tahapan demi tahapan pleno yang kini masih berlangsung dan tidak langsung mengumumkan hasil akhir. 
 
Hasto Bantah Sering Komunikasi dengan Risma
Dia menuturkan, timnya saat ini masih intensif melakukan penyelidikan soal penggelembungan tersebut, sebagai kewaspadaan dalam pleno tingkat kecamatan dan kota.
 
Koalisi Kekeluargaan Masih Belum Bersifat Final, kata PDIP
“Kami juga sudah menemukan berbagai pelanggaran lain yang bersifat terstruktur, sistematis, dan masif. Setelah tahapan selesai, kami kira pasangan Harley-Jimmy siap ke Mahkamah Konstitusi,” tegas Frangky.
 
PDIP Masih Cari Momentum Baik untuk Umumkan Cagub DKI
Input data mentah
 
Menyangkut data di situs tersebut, Ketua KPU Manado, Yusuf Wowor, menyebut kesalahan dimungkinkan terjadi karena pihaknya menginput data mentah dari KPPS.
 
“Kami input data mentah dari KPPS dan itu bisa saja salah, tapi perbaikan demi perbaikan bisa kami lakukan lewat pleno kecamatan hingga tingkat kota pada 24 Februari 2016 nanti,” katanya.
 
Seperti diketahui, lewat data tersebut tertera pasangan dari Partai Demokrat, Vicky Lumentut-Mor Bastian, meraih suara terbanyak 66.913 suara (35,57 persen). 
 
Selanjutnya diikuti Harley Mangindaan-Jemmy Asiku 60.727 suara (32,28 persen) dan Hanny Pajouw-Tonny Rawung 60.499 suara atau 32,16 persen. (ase)
Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya