RUU 'Tax Amnesty' Segera Dibahas

Ketua Dewan Pimpinan Pusat Partai PDIP, Hendrawan Supratikno (kiri).
Sumber :
  • Antara/ Septianda Perdana

VIVA.co.id – Wakil Ketua Fraksi PDIP, Hendrawan Supratikno, setuju dengan sikap pemerintah yang meminta DPR untuk segera membahas undang-undang pengampunan pajak atau dikenal sebagai tax amnesty.

img_title Purbaya: Perlindungan Hukum ke Investor Patriot & Merah Putih Bond Beda dengan Tax Amnesty

Menurut dia, pembahasan undang-undang tax amnesty tidak mudah. "Ini RUU yang sensitif dan bisa timbulkan pro dan kontra, histeria opini. Jadi amanah konstitusi menunggu momen yang tepat," ujar Hendrawan saat dihubungi, Rabu, 24 Februari 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hendrawan mengingatkan, perlu kehati-hatian dalam pembahasan undang-undang tax amnesty agar tidak menimbulkan polemik seperti revisi undang-undang KPK. "Kami sepakat perlunya kehati-hatian. Itu seperti yang diharapkan Presiden, agar membuat undang-undang harus dimatangkan konsepnya," katanya menambahkan.

img_title Purbaya Minta WNI Pemilik Harta di Luar Negeri Pulangkan Asetnya dalam 6 Bulan, Ini Konsekuensinya

Salah satu upaya untuk mematangkan konsep tersebut adalah melakukan sosialisasi yang tepat. "Butuh waktu yang cukup, supaya disosialisasikan dengan baik. Biar enggak ada pro dan kontra," ujarnya.

Anggota Komisi XI ini mengaku sudah melakukan sosialisasi terkait undang-undang tax amnesty dan revisi undang-undang KPK. Ia berharap, anggota DPR menggunakan waktu reses untuk melakukan sosialisasi. "Perlu dimatangkan dan disosialisasikan. Itu yang tepat."

img_title Tak Berniat Jalankan Lagi Tax Amnesty, Purbaya: Kecuali Ada Perintah dari Presiden

(mus)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa.

Purbaya: Selama Saya Jadi Menteri Keuangan Tak Ada Tax Amnesty

Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa memastikan selama pihaknya menjadi Menteri maka tidak akan ada tax amnesty atau pengampunan pajak dan lebih memilih merapikan tax collection

img_title
VIVA.co.id
3 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut