Peta Perang Digital Pilkada DKI, Siapa Menang?

Maskot Pilkada DKI Jakarta 2017.
Maskot Pilkada DKI Jakarta 2017.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Rosa Panggabean

VIVA.co.id – Keberadaan media sosial saat ini diyakini menjadi salah satu elemen dalam momen Pilkada DKI 2017. Media sosial dianggap menjadi salah satu basis kampanye ketiga kandidat untuk menjangkau pemilih muda dan kelas menengah Jakarta. 

Lembaga pemantau percakapan media sosial, PoliticaWave memandang, profil ketiga pasangan calon tidak lepas dari pemilih muda dan kelas menengah Ibu Kota. Untuk itu, penggunaan medium media sosial juga punya peluang besar untuk menggaet dukungan. 

Kekuatan media sosial sebagai platform kampanye adalah punya komunikasi dua arah, bisa dijadikan untuk menampung aspirasi pengguna dan pemilih. Media sosial juga dipakai pasangan calon untuk menjangkau pemilih pemula dan kelas menengah di Jakarta, yang bisa mempengaruhi pemilih lain di luar segmennya. 

Selain itu, situs PoliticaWave menekankan keberhasilan penggalangan dukungan melalui media sosial terbukti berhasil dalam Pilkada DKI pada 2012 dan Pilpres dua tahun lalu. 

PoliticaWave mencatat pada Pilkada DKI sebelumnya, pasangan Jokowi-Ahok berhasil meraih memenangi pertarungan salah satunya berkat kampanye di media sosial. Pada 2012, PoliticaWave mencatat setidaknya lebih dari 500 ribu akun yang bercakap terkait dengan Jokowi-Ahok. 

Penggunaan media sosial pada momen Pilkada 2017 juga terasa kencang. 

"Saat ini mesin kampanye media sosial ketiga pasangan sudah mulai bergerak. Tercatat ada 243.859 percakapan mengenai ketiga pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI," tulis Pendiri PoliticaWave, Yose Rizal,dalam keterangan tertulisnya, Senin 3 Oktober 2016.