Legislator PDIP: Program Deradikalisasi Harus Dievaluasi

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Masinton Pasaribu.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

VIVA.co.id - Anggota Komisi III DPR Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu, mengingatkan negara harus melindungi seluruh umat yang menjalankan ibadah tanpa rasa takut dan tanpa terintimidasi.

img_title Fakta-fakta Ancaman Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi Jagakarsa

"Dalam agama apapun tak dibenarkan membunuh orang lain. Apalagi Indonesia yang menganut asas Bhinneka Tunggal Ika. Program deradikalisasi orang yang pernah ditahan dalam kasus yang sama maka ada yang harus dievaluasi dari program deradikalisasi BNPT (Badan Nasional Penanggulangan Terorisme)," kata Masinton saat dihubungi VIVA.co.id, Senin, 14 November 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurutnya, selama ini deradikalisasi lebih pada program-program simbolik tapi tidak masuk pada substansi deradikalisasi. BNPT seharusnya secara kontinu melakukan pembinaan dan monitoring.

img_title Guru Ungkap Detik-detik Teror Bom Bikin Siswa SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Panik: Diminta Tetap di Lapangan

"BNPT harus bisa menjadi leading sector (lembaga terdepan) mengajak seluruh instansi negara seperti kementerian. Tidak hanya BNPT sendiri yang melakukan," kata Masinton.

Ia menjelaskan, persoalan terorisme harus ditangani lintas lembaga sebab masalahnya menyangkut berbagai aspek mulai kesejahteraan hingga edukasi. Anggaran BNPT saja tak akan cukup menanggulangi persoalan terorisme dan deradikalisasi.

img_title Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15 Saat Hari Pertama MPLS, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan

"BNPT harus membangun kemitraan dengan lembaga dan kementerian lain. Harus ada program yang bisa disinergikan untuk memperkuat deradikalisasi secara substansi. Misalnya dengan Kementerian Sosial, Kementerian Pendidikan, Kementerian Agama, dan Kementerian Tenaga Kerja," katanya.

Pernyataan Masinton itu merespons peristiwa pelemparan bom molotov di Gereja Oikumene di Kelurahan Sengkotek, Kota Samarinda, Kalimantan Timur, pada Minggu, 13 November 2016. Pelakunya adalah seorang yang pernah dipenjara karena kasus serupa.

Polisi berjaga di lokasi terkait dugaan teror bom di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan

Wamendikdasmen Kutuk Teror Bom di SDN Srengseng Sawah 15, Minta MPLS Dihentikan Sementara

Selain itu, ia meminta meminta SDN Srengseng Sawah 15 Pagi menghentikan sementara pelaksanaan MPLS hingga ada kepastian bahwa kondisi sekolah benar-benar aman.

img_title
VIVA.co.id
13 Juli 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut