Soal Rohingya, Indonesia Jangan Diam

Ilustrasi/Penduduk Muslim Rohingya di Myanmar.
Sumber :
  • U-Report

VIVA.co.id – Pemerintah Indonesia diminta untuk aktif melakukan diplomasi menyerukan penghentian pembantaian etnis muslim Rohingya di Myanmar.

img_title Kabur dari Rutan Lampung Sejak 2024, Napi Narkoba Encek Ditangkap di Perbatasan Myanmar-Thailand

"Saya berharap pemerintah Indonesia tidak tinggal diam dengan kekerasan HAM yang dialami etnis Rohingya," kata Sekretaris Jenderal Partai Kebangkitan Bangsa Abdul Kadir Karding, Senin, 21 November 2016.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut anggota komisi III DPR RI ini, Indonesia merupakan negara besar yang berpengaruh di kawasan Asia Tenggara. Atas dasar itu Indonesia bisa melibatkan ASEAN dalam upaya penyelesaian kekerasan terhadap etnis Rohingya.

img_title Rusia Mau Bangun PLTN di Tetangga Indonesia

"Indonesia sebagai negara yang mampu merawat keragaman antar etnis dan agama, seharusnya mampu dan berperan aktif mempromosikan perdamaian di kawasan ASEAN, khususnya di Myanmar," ujarnya.

Selain itu, Karding mendesak dunia internasional lewat lembaga Perserikatan Bangsa-bangsa untuk mengambil peran signifikan dalam  membela etnis Rohingya. Karena kekerasan terhadap etnis Rohingya bisa menimbulkan gejolak stabilitas keamanan di ASEAN.

img_title Bangladesh Labrak Myanmar soal Rohingya

"Hal ini karena kekerasan tersebut kerap dikaitkan dengan sentimen etnis dan agama," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Teruntuk masyarakat, Karding menekankan agar publik di Indonesia tetap bersikap tenang dan proporsional dalam menyikapi kabar kekerasan terhadap etnis Rohingya.

"Tunjukan rasa simpati kita terhadap mereka dengan cara beradab dan manusiawi," katanya.

Trofi FIFA ASEAN Cup 2026.

Jadwal FIFA ASEAN Cup 2026 Hari Ini: 2 Laga Digelar, Timnas Indonesia Kapan Main?

FIFA ASEAN Cup 2026 dimulai hari ini dengan dua laga Divisi 2. Timnas Indonesia baru bertanding besok melawan Singapura di Stadion Utama Gelora Bung Karno.

img_title
VIVA.co.id
24 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut