PKS Minta Pemerintah Evaluasi Kenaikan Harga BBM

SPBU
Sumber :
  • VIVA.co.id/Muhamad Solihin

VIVA.co.id – Pemerintah mengeluarkan kebijakan mengenai kenaikan harga bahan bakar minyak pada awal tahun ini. Fraksi Partai Keadilan Sejahtera di DPR menyatakan keberatan dan meminta pemerintah mengevaluasi kembali kenaikan ini.

img_title Usai Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per Liter, Bahlil Siapkan Jurus Jaga Daya Beli Masyarakat

"Fraksi PKS menilai dari berbagai indikator ekonomi dan kesejahteraan, rakyat masih sulit secara ekonomi, angka pengangguran masih tinggi, sementara daya beli masyarakat masih rendah," kata Ketua Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, Senayan, Jakarta, Kamis 5 Januari 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Jazuli, dengan situasi saat ini itu, tidak bijak jika pemerintah menambah beban ekonomi rakyat dengan menaikkan harga BBM. Apalagi, juga ada kenaikan biaya-biaya lain.

img_title Tak Mau Disalahkan, Trump Tuding Iran Dalang Lonjakan Harga Minyak Dunia

"Fraksi PKS meminta kepada Presiden, untuk membatalkan, atau menunda kenaikan harga BBM dan TDL (tarif dasar listrik), karena hal ini akan menambah kesulitan dan penderitaan rakyat, khususnya rakyat kecil,"  ujar Jazuli.

Sebelum mengambil kebijakan kenaikan harga-harga, Jazuli menyarankan, agar pemerintah terlebih dulu fokus pada upaya peningkatan kesejahteraan rakyat secara fundamental.

img_title Terpopuler: Motor Honda Paling Irit, Motor Listrik Jarak Terjauh, EV Dilirik saat BBM Naik

"Harusnya, pemerintah aktif menciptakan lapangan kerja dulu, agar pengangguran bisa dikurangi drastis dan daya beli masyarakat meningkat signifikan," kata anggota Komisi I ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, Ketua Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Reni Marlinawati mengaku terkejut dengan adanya berita kenaikan harga BBM. Menurutnya, kenaikan harga BBM yang mulai berlaku pada Kamis 5 Januari 2016, tidak disosialisasikan dengan baik.

"Ya, saya agak kaget juga, karena ini kan tidak disosialisasikan jauh-jauh hari. Ini tidak diberitahukan oleh masyarakat jauh-jauh hari. Jadi, cukup mengagetkan juga," kata Reni. (asp)

ilustrasi harga BBM dan SPBU Pertamina (dok: Pertamina)

Harga Minyak Dunia Ambles Usai Iran-AS Damai, Akankah Pertamax yang Baru Naik Rp3.950 Ikut Turun?

Harga minyak dunia menurun dengan tajam setelah Iran dan AS sepakat damai. Muncul pertanyaan apakah harga Pertamax di Indonesia berpotensi ikut turun.

img_title
VIVA.co.id
15 Juni 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut