E-Voting Diduga Bakal Jadi Proyek Bancakan

Teknologi E-Voting Pilkada
Sumber :
  • ANTARA FOTO/M Agung Rajasa

VIVA.co.id – Pakar Hukum Tata Negara, Margarito Kamis menilai keinginan pemerintah menggunakan e-voting dalam pemilu harus dianggap tak tepat. Sebab wacana tersebut dianggap hanya akan menjadi sebuah proyek baru yang tak ada faedahnya.

img_title Soal Penerapan Sistem E-voting di Pemilu 2029, Golkar: Mempermudah Masyarakat

"Secara teknis ini bermasalah juga, kan kita baru dapat kenyataan e-voting di Amerika Serikat juga bermasalah. Padahal mereka jago teknologi, nah kita? Kita tahu kan negara kita ini," kata Margarito di Warung Daun, Jakarta, Sabtu, 20 Mei 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menyarankan agar pemerintah cukup menggunakan sistem pemilihan yang digunakan saat ini. Apalagi rakyat dianggap sudah sangat akrab dengan sistem yang telah ada.

img_title KPK Dorong Sistem E-Voting Atasi Kecurangan hingga Tingginya Biaya Pemilu

"Ketiga, ini kan akan memperoleh proyek baru lagi. Anda tahu kan e-KTP kita, padahal setelah e-KTP kan apa tidak ada faedahnya. Apa bedanya sama KTP yang manual biasa?  Tapi itu kan menjadi hebat karena ada proyek yang Rp 2,6 triliun, menjadi Rp 5,6 triliun dan sekarang orang orang pada masuk penjara kan. Apakah teman teman di DPR mau masuk penjara lagi? Karena kan ini pasti melahirkan proyek," kata Margarito.

Ia menilai harapan terhadap proyek e-KTP tinggi. Tapi nyatanya tak ada beda manfaatnya dengan KTP manual. Sehingga ia menilai motif dasar e-voting hanyalah proyek.

img_title Mensesneg Tepis Isu Revisi UU Pemilu Atur Koalisi Permanen
Wamendagri Bima Arya Sugiarto

Wamendagri Bima Arya Bicara Penerapan E-Voting dalam Pemilu 2029: Sudah Dicoba di Pilkades, Tidak Ada Masalah dan Murah

Wamendagri mengatakan, pihaknya sudah melakukan beberapa uji coba sistem e-voting dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades). Hasilnya tidak ada masalah dan murah

img_title
VIVA.co.id
1 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut