Markus Nari Tersangka E-KTP, Elit Golkar Langsung Kumpul

Politikus Golkar Markus Nari.
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Widodo S Jusuf

VIVA.co.id – Komisi Pemberantasan Korupsi menetapkan politikus Golkar Markus Nari menjadi tersangka kasus e-KTP. Pasca penetapan status tersangka tersebut, Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto dan elite Partai Beringin lain langsung berkumpul.

img_title Paulus Tannos Ajukan Penangguhan Penahanan di Singapura, Begini Respon KPK

Ketua Harian DPP Golkar Nurdin Halid mengatakan tujuan dikumpulkan para elite ini agar kasus e-KTP ini tak melebar. Diakuinya, penetapan tersangka terhadap Markus juga berdampak secara psikologis terhadap kader Golkar lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dampak secara psikologis dari para pengurus Partai Golkar pasti ada. Kemarin malam kita sudah diskusi dengan kawan-kawan termasuk Pak Ketum Setya Novanto, bahwa mudah-mudahan ini tidak semakin melebar," kata Nurdin, di Istana Negara, Jakarta, Senin 5 Juni 2017.

img_title Eks Napi Andi Narogong Bungkam usai Diperiksa KPK soal Kasus Korupsi e-KTP

Nurdin mengatakan, kasus Markus Nari tak pada substansi e-KTP yang saat ini tengah diproses KPK. Sehingga pihaknya mengaku tidak tahu persis, apa yang terjadi.

Namun, Golkar menghormati proses hukum terhadap Markus Nari. Namun, ia meminta, agar masalah ini tak dipolitisir. “Kalau KPK nya kami yakin obyektif, tapi di sekitar-sekitar itu kan bisa untuk politisasi," lanjut Nurdin.

img_title Ditangkap di Bandara Changi, Buronan Kasus e-KTP Paulus Tannos Baru Pulang dari LN

Alasan Nurdin membela koleganya itu karena Markus Nari hanya menjadi tersangka seorang diri. Sementara, Markus tak punya kepentingan untuk intervensi apalagi mengintimidasi Miryam Haryani agar mencabut Berita Acara Pemeriksaan (BAP) politisi Hanura tersebut.

"Apa kepentingan dia menyuruh Miryam untuk mencabut BAP. Kepentingan dia apa. Sementara yang disebut dalam e-KTP bukan hanya dia sendiri," katanya.
    
    
    

Buronan kasus korupsi e-KTP, Paulus Tannos

Pengadilan Singapura Gelar Sidang Pendahuluan Ekstradisi Paulus Tannos Akhir Juni

Pengadilan Singapura rencananya akan menggelar sidang proses ekstradisi Paulus Tannos pada akhir bulan Juni 2025, yakni tanggal 23-25 Juni.

img_title
VIVA.co.id
3 Juni 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut