PAN Siap Dipecat dari Kabinet Jokowi

Wakil Ketua Umum DPP PAN Hanafi Rais (kanan) dan Drajad Wibowo
Sumber :
  • Antara/ Ismar Patrizki

VIVA.co.id – Wakil Ketua Umum DPP PAN, Hanafi Rais menanggapi desakan agar partainya keluar dari koalisi pendukung pemerintah maupun Kabinet Kerja pemerintahan Jokowi. Dia menilai, kewenangan ada di tangan Presiden Jokowi dan PAN akan menghormati apapun keputusan tersebut.

img_title Golkar Usul Sistem Pemilu Campuran dalam RUU Pemilu, 58 Kursi DPR RI Bisa Diisi Lewat Skema Dapil Nasional

"Saya kira secara formal, yang namanya meminta tetap atau tidak di kabinet itu tetap kembali pada presiden sendiri," kata Hanafi di gedung DPR, Jakarta, Senin 24 Juli 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengatakan, pemerintah pasti punya penilaian tersendiri apakah tetap atau mungkin berubah soal perubahan kabinet. Sebab ia menghormati aturan ketatanegaraan yang ada.

img_title RUU Pemilu Mulai Digodok, DPR Janjikan Partisipasi Publik dan Kaji Pemberlakuan Sistem Elektronik dalam Pemilihan

"Kalau itu sih kita serahkan. Jadi, kalau bicara soal reshuffle kabinet, itu tetap semua ini kita hanya menunggu maunya presiden seperti apa. Karena seperti yang saya tegaskan di awal, itu juga memang untuk memperkuat pemerintah dan juga waktu itu yang mengajak adalah presiden," ujar Hanafi.

Menurut dia, PAN tak bisa mengintervensi atau mendesak presiden terkait masalah ini. Soal kabar adanya pertemuan antara PAN dengan Presiden, ia menuturkan tak mengetahui isi pembicaraannya.

img_title RUU Pemilu Mulai Dibahas, Komisi II DPR Kaji Wacana Tambah 11 Kursi Legislatif

"Tapi kalau katakanlah benar ada kesepakatan, tentu ketika proses lobi saat Kamis paripurna kemarin, semestinya lobinya juga relatif lancar dan bisa mencapai konsensus," ujar putra Amien Rais tersebut.

Ia menambahkan, ketika antara presiden dan PAN sepakat bertemu dan tercapai konsensus tapi ternyata pada hari H akan ada pengambilan keputusan yang tak pas, maka ia menyimpulkan ada sesuatu yang salah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Apakah komunikasi presiden dengan pihak-pihak lain, ataukah mungkin ketidaksetujuan di antara fraksi-fraksi lain. Jadi saya pikir, ada missing link yang harus ditemukan dan saya tidak tahu itu apa yang terjadi," kata Hanafi.

Ia menjelaskan, sejak awal semangat PAN agar ada konsensus dan musyawarah mufakat. Ketika tidak terjadi, berarti ada hal yang tidak dicapai dan itu harus ditemukan faktornya. "Ya kita ini mendukung pemerintah selama ada saling pengertian antara sesama pendukung pemerintah ini dan juga relnya untuk rel kepentingan rakyat. Sejak awal kita berkomitmen untuk itu," tuturnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut