Setelah Gerindra dan PAN, PKS Laporkan Victor Laiskodat
- VIVA.co.id/Bayu Nugraha
VIVA.co.id – Setelah Partai Gerindra dan PAN, kini Partai Keadilan Sejahtera (PKS) melaporkan Ketua Fraksi Nasdem Victor Laiskodat ke Bareskrim Polri. Viktor dilaporkan terkait pernyataannya dalam pidato di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Ketua Departemen Hukum dan HAM DPP PKS, Zainudin Paru mengatakan, laporan ini dibuat menyesuaikan sikap partai yang disampaikan pada konferensi pers pada Jumat 4 Agustus.
"Hari ini sebagaimana janji kami pada konferensi pers Jumat lalu, kita akan melaporkan saudara Victor Laiskodat anggota DPR RI, Ketua Fraksi Nasdem terkait dengan pidato yang dilaksanakan pada 1 Agustus 2017 yang lalu," kata Zainudin di Bareskrim Polri, Gambir, Jakarta Pusat, Senin 7 Agustus 2017.
Menurutnya, pidato Victor menimbulkan permasalahan yang serius tentang adanya dugaan ujaran kebencian dan permusuhan yang disampaikan di hadapan kelompok orang atau massa.
"Pada saat itu beliau menyampaikan pidato ketika mendeklarasikan calon Bupati Kabupaten Kupang, yang menurut kami kuat dugaan melanggar pasal 156 KUHP, dan karenanya pada hari ini kami menyampaikan laporan di Mabes Polri," ujarnya.
Secara eksplisit, ia menilai pidato Victor yang menyebut empat partai, yakin Gerindra, PAN, PKS dan Demokrat menolak Perppu Ormas merupakan bentuk dukungan adanya pembentukan khilafah di Indonesia.
"Bagi kami ketika kemudian harus berbeda sikap tentang Perppu pelarangan ormas dalam hal ini yang terkait dengan masalah khilafah itu bukan berarti kami mendukung tentang khilafah, karena dalam PKS tidak ada kamus khilafah," katanya.
Ia menambahkan, tuduhan Victor terhadap Partainya yang mendukung tentang khilafah adalah sebuah fitnah yang keji dan jelas tidak mendidik.
Tak hanya itu, ia pun menuturkan, pernyataan Victor justru membuat situasi politik semakin memanas. Ia pun menyayangkan pernyataan tersebut diucapkan oleh seorang pejabat negara yang seharusnya membuat suasana menjadi tenang dan tak gaduh.
"Kita mendapatkan satu bukti bahwa saudara Victor tidak Indonesia tidak Pancasila, karena sudah membawa suasana masyarakat bawah untuk memusuhi antara yang satu dengan yang lain, bahkan boleh secara terang dalam pidatonya mengatakan kita boleh membunuh anggota dari 4 partai politik yang tidak mendukung pelarangan ormas terkait dengan khilafah itu berbahaya bagi kami. Jadi bukan saja bagi empat partai tapi berbahaya bagi bangsa," ujarnya.