ARB: Pergantian Setya Novanto Diserahkan ke DPD

Ketua Dewan Pembina Partai Golkar Aburizal Bakrie
Sumber :
  • ANTARA Foto/Hafidz Mubarak

VIVA – Ketua Dewan Pembina Partai Golkar, Aburizal Bakrie, angkat bicara mengenai kondisi partainya setelah Ketua Umum Partai Golkar, Setya Novanto, ditetapkan kembali sebagai tersangka kasus korupsi pengadaan e-KTP.

img_title Paulus Tannos Ajukan Penangguhan Penahanan di Singapura, Begini Respon KPK

Menurut dia, pergantian Ketua Umum Partai Golkar harus didiskusikan dahulu dengan pengurus partai setingkat provinsi (DPD 1) untuk kemudian diputuskan sebagai solusi yang lebih baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Yang menyetujui dan tidak menyetujui adalah DPD 1. Serahkan, nanti tentu pada mekanisme partai," kata Aburizal di Gedung KPK, Jakarta, Kamis 16 November 2017.

img_title Eks Napi Andi Narogong Bungkam usai Diperiksa KPK soal Kasus Korupsi e-KTP

ARB menyatakan wewenang keputusan partai di tingkat pusat perlu disetujui pengurus wilayah seluruh Indonesia.

Mantan Ketua Umum Partai Golkar itu, meminta semua pihak agar memberikan waktu pengurus daerah untuk rapat internal. Jika nantinya diputuskan, ada Musyawarah Nasional Luar Biasa atau Munaslub.

img_title Ditangkap di Bandara Changi, Buronan Kasus e-KTP Paulus Tannos Baru Pulang dari LN

"(Biarkan) yang kerja daerah," katanya.  

Sebelumnya, dua mantan Ketua Umum Partai Golkar yakni Jusuf Kalla dan Akbar Tandjung, mengusulkan adanya pergantian pimpinan di Golkar setelah Novanto ditetapkan tersangka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal ini guna menyelamatkan keutuhan partai, terlebih banyak agenda politik yang harus dihadapi dalam waktu dekat. Seperti pilkada serentak 2018 dan pilpres 2019.

"Kalau pemimpinnya di mata publik, katakanlah tidak acceptable (diterima). Bisa mengakibatkan tren publik juga memberikan penilaian terhadap Golkar juga mengalami penurunan," kata Akbar, Selasa 14 November 2017.

Buronan kasus korupsi e-KTP, Paulus Tannos

Pengadilan Singapura Gelar Sidang Pendahuluan Ekstradisi Paulus Tannos Akhir Juni

Pengadilan Singapura rencananya akan menggelar sidang proses ekstradisi Paulus Tannos pada akhir bulan Juni 2025, yakni tanggal 23-25 Juni.

img_title
VIVA.co.id
3 Juni 2025
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut