SKK Migas Tarik Minat Negara Serumpun
- VIVA/Maryadi
Saat ini Petronas telah memiliki kapasitas total produksi petrokimia mencapai 12,7 juta ton per tahun yang dihasilkan dari 17 pabrik baik milik sendiri (delapan pabrik), maupun patungan (lima pabrik) dan kerja sama (empat pabrik).
![]()
Kunjungan kerja SKK Migas bersama pemimpin media dan KKKS ke Petronas di Kerteh, Trengganu, Malaysia, pada 24-26 Januari 2018 lalu.
Melihat keseriusan Petronas untuk menjadi pemain utama di industri petrokimia itulah, menjadi peluang bagi Indonesia. SKK Migas tidak membuang kesempatan untuk menawarkan investasi di Indonesia. "Sebab kami sedang mengembangkan produksi hingga 1.100 mmscfd," ujar Sukandar. Sukandar mengatakan, investasi petrokimia terintegrasi itu di Kalimantan Timur yang potensi gasnya masih berlimpah. Selain itu, Sukandar juga menawarkan blok yang ada daerah timur Indonesia, yakni Papua.
Namun Petronas sepertinya masih ingin konsentrasi untuk mengembangkan bisnis hulu-nya di Indonesia dan menjadikan Indonesia pasar produksi kimia BUMN Malaysia itu. "Kami ingin fokus pada pertumbuhan bisnis upstream (hulu) di Indonesia," kata Country Head of Petronas Carigali Indonesia, Mohamad Zaini Md Nor.
Untuk yang di hulu, Zaini berharap SKK Migas memberi kesempatan Petronas untuk menggarap ladang migas yang bagus. "Kalau bisa yang di sana itu Pak Sukandar (sambil menunjuk ke arah peta), di Sumatera dan Jawa," ujar Zaini yang juga President PC Muriah Ltd ketika Sukandar juga menawarkan untuk eksplorasi blok migas di Papua yang ditinggalkan ConocoPhillips.
Penurunan Produksi di Blok Muria
Petronas dalam kesempatan itu juga menjelaskan mengenai penurunan produksi gas di Blok Muria. Sebab dalam rapat kerja antara Menteri ESDM Ignasius Jonan dan Komisi VII DPR pekan lalu memutuskan untuk menginvestigasi penurunan produksi gas di Blok Petronas Muria.
Mohamad Zaini memahami terjadinya penurunan produksi. Kata dia, dalam industri eksplorasi migas tidaklah selalu tepat perhitungan hasil akhirnya. "Kita berharap prediksi akan menghasilkan sekian, namun tidak tercapai. Ini biasa terjadi," ujar Zaini.
Namun begitu, Petronas akan tetap mengambil langkah-langkah untuk meningkatkan produksi gas di Blok Muria, yang terletak di Jawa Tengah itu. "Kami terus berkoordinasi dengan SKK Migas untuk ini," katanya.