Beda Milenial dan Berumur soal Rumah
- VIVAnews/Nurcholis Anhari Lubis
Sementara itu, jika dilihat dari penghasilannya, 59 persen responden berpenghasilan di bawah Rp7 juta, berniat membeli rumah pertama mereka dan 12 persen berniat investasi. Dari kalangan berpenghasilan menengah (Rp7 juta-Rp15 juta), 47 persen masih mencari rumah pertama, sedangkan 23 persen sudah berani untuk berinvestasi. Dari kalangan berpenghasilan tinggi (di atas Rp15 juta), sebesar 47 persen berniat berinvestasi di bidang properti.
Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan bahwa perilaku investasi masyarakat masih dipengaruhi kondisi nasional, terutama situasi politik menjelang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak. Kondisi ekonomi makro saat ini stabil meski cenderung flat. Arah kebijakan suku bunga masih stabil, tetapi ruang penurunannya masih terbatas. Namun demikian, stabilitas tersebut mengindikasikan ada harapan untuk menjadi lebih baik.
"Konsumen properti, terutama dari kalangan investor, masih dalam posisi wait and see. Mereka menunggu situasi politik dan kondisi ekonomi makro. Masyarakat lebih memilih untuk menabung ketimbang investasi. Sedangkan permintaan hunian saat ini, lebih banyak berasal dari hunian sedang, ukuran luas 22-70 meter persegi. Permintaan ini lebih banyak dari kalangan pembeli yang memang benar-benar sedang membutuhkan rumah untuk ditinggali," jelas Josua.
Harga properti naik
Berdasarkan data dari Rumah.com Property Index, harga properti terus mengalami kenaikan sejak akhir 2016 silam. Pasar properti sempat mengalami kelesuan pada akhir 2016, sebagai dampak dari faktor ekonomi secara keseluruhan yang turut dipengaruhi kondisi ekonomi global. Namun, optimisme tersebut berangsur pulih. Ini tercermin dalam pergerakan data Rumah.com Property Index hingga akhir Februari 2018.
Data Rumah.com Property Index ini memiliki akurasi data yang cukup tinggi untuk mengetahui dinamika yang terjadi di pasar properti di Indonesia, karena merupakan hasil analisis dari 400 ribu listing properti dijual dan disewa dari seluruh Indonesia, dengan lebih dari 17 juta halaman yang dikunjungi setiap bulan dan diakses oleh lebih dari 5,5 juta pencari properti setiap bulannya.
Secara kuartalan, index harga properti naik 2,6 persen pada kuartal pertama (Q1) 2018, dibanding Q4 2017. Sementara itu, secara tahunan, index harga properti naik 4,5 persen pada Q1 2018 dibanding Q1 2017.