Mengintip Peluang RI di Tengah Perang Dagang AS-China

Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Nyoman Budhiana

VIVA – Perang dagang antara Amerika Serikat dengan China, diyakini bakal membuka peluang besar bagi Indonesia, untuk mendorong peningkatan ekspor ke luar negeri.

img_title Ekspor Indonesia Tumbuh 4,43 Persen, Logistik Jadi Kunci Pelaku Usaha Tembus Pasar Global

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, pihaknya ingin mengajak dan meyakinkan seluruh pelaku usaha Indonesia bahwa inilah waktu yang tepat bagi Indonesia untuk memasarkan produk ke dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya ingin mengajak, ingin meyakinkan saudara, ini waktunya kita lebih percaya diri, ini waktunya kita menjual produk kita dan meyakinkan kepada dunia," kata Enggar di acara peluncuran Trade Expo Indonesia 2018 di kantor Kemendag, Jakarta, Jumat 20 April 2018.

img_title Pacu Ekspor Nasional, Pemerintah Incar Total Transaksi US$17,5 Miliar di TEI 2026

Presiden China Xi Jinping dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump

Ditekankannya, peluang Indonesia untuk mulai agresif meningkatkan daya saing produk Indonesia semakin besar. Bahkan, di tengah perseteruan dagang beberapa negara di belahan dunia.

img_title China Perkuat Hak Kekayaan Intelektual, tapi Masih Bersinggungan dengan Hukum Internasional

"Bahkan, di tengah perseturuan dagang antara AS-China, kemudian juga dengan Eropa. Maka, peluang kita itu akan lebih besar," katanya.

Menurutnya, di setiap kondisi, sebetulnya ada peluang yang dapat diambil oleh Indonesia. Tak hanya itu, pasar ekspor ke Afrika menjadi salah satu peluang terbaik bagi Indonesia saat ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Setiap persoalan setiap kondisi, itu pasti ada peluang. Demikian juga dengan Afrika, akan banyak juga peluang kita," katanya

"Kondisi orang perang sekali pun, ada orang yang kaya mendadak," ujar Enggar. (asp)

TEI 2026 mencatat 168 MoU senilai US$13,2 miliar untuk mendorong ekspor dan memperluas pasar produk Indonesia.

TEI 2026 Kantongi 168 MoU Senilai US$13,2 Miliar, Kemendag Soroti Tantangan Setelah Kesepakatan

TEI 2026 mencatat sebanyak 168 MoU senilai US$13,2 miliar. Kemendag mendorong adanya tindak lanjut kesepakatan untuk memperluas ekspor produk Indonesia.

img_title
VIVA.co.id
19 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut