BI Beri Sinyal Naikkan Suku Bunga Acuan

Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo
Sumber :
  • REUTERS/Beawiharta

VIVA – Gubernur Bank Indonesia, Agus Martowardojo menegaskan, pihaknya akan mengambil langkah-langkah yang tegas untuk memastikan terciptanya stabilitas perekonomian, di tengah meningkatnya tantangan global saat ini

img_title Rupiah Menguat ke Rp17.855, BI Ungkap Strategi Jaga Stabilitas di Tengah Gejolak Global

Agus mengungkapkan, saat ini, BI memiliki ruang yang besar untuk menaikkan suku bunga acuannya, atau 7 Day Reverce Repo Rate. Sehingga, diharapkan tekanan nilai tukar rupiah bisa diredam dan stabilitas ekonomi bisa tercipta. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Respons kebijakan tersebut, akan dijalankan secara konsisten dan pre-emptive untuk memastikan keberlangsungan stabilitas," ujar Agus, dikutip dari keterangannya, Jumat 11 Mei 2018. 

img_title Rupiah Dibuka Menguat Tipis, Tapi Diprediksi Melemah Jelang Keputusan Suku Bunga BI

Agus menjabarkan, tantangan global yang menjadi sorotan antara lain siklus peningkatan suku bunga di Amerika Serikat, dan meningkatnya harga minyak dunia. Selain itu, menguatnya risiko geopolitik sebagai akibat meningkatnya tensi sengketa dagang AS-Tiongkok dan pembatalan kesepakatan nuklir AS-Iran, juga jadi sorotan. 

"Hal itu mengakibatkan penguatan dolar AS terhadap seluruh mata uang dunia, termasuk rupiah," tegasnya. 

img_title Rupiah Berpotensi Sentuh Rp18.300 per Dolar AS Pekan Depan, Pengamat Ungkap Penyebabnya

Data Bank Indonesia mencatat, selama Mei 2018 (month to date) rupiah telah melemah 1,2 persen, Thai baht 1,76 persen, dan Turkish lira 5,27 persen. Sementara itu, sepanjang 2018 (year to date) rupiah melemah 3,67 persen, Pilipina peso 4,04 pesen, India rupee 5,6 persen, Brasil real 7,9 persen, Russian rubel 8,84 persen, dan Turkish lira 11,42 persen.

"Melemahnya nilai tukar rupiah dalam beberapa pekan terakhir sudah tidak lagi sejalan dengan kondisi fundamental ekonomi Indonesia saat ini," tambahnya.

Nilai tukar Rupiah

Nilai tukar rupiah

Terkait hal tersebut, dan melihat masih besarnya potensi tantangan dari kondisi global yang dapat berpotensi mengganggu kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka menengah panjang.

Agus menegaskan, BI akan secara tegas dan konsisten mengarahkan dan memprioritaskan kebijakan moneter pada terciptanya stabilitas. 

"Bank Indonesia juga akan konsisten mendorong berjalannya mekanisme pasar secara efektif dan efisien, sehingga ketersediaan likuiditas baik di pasar valuta asing dan pasar uang tetap terjaga dengan baik," ungkapnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Lebih lanjut, menurutnya, operasi moneter di pasar valuta asing tetap akan dilakukan untuk meminimalkan volatilitas nilai tukar agar keyakinan pelaku ekonomi dapat dipastikan tetap terjaga. 

"Operasi moneter di pasar uang akan terus dilakukan untuk memastikan ketersediaan likuiditas rupiah yang memadai dan terjaganya stabilitas suku bunga di pasar uang, dalam koridor yang sejalan dengan stance kebijakan moneter Bank Indonesia," ungkapnya. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut