BKPM: Investor Tak Terlalu Serius Tanggapi Aksi Teror di RI

Deputi Pengendalian Penanaman Modal BKPM, Azhar Lubis.
Sumber :
  • VIVA.co.id/Shintaloka Pradita Sicca

VIVA – Deputi Bidang Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Azhar Lubis, mengatakan, meski kasus terorisme kini tengah marak terjadi di Indonesia, mayoritas investor dari berbagai perusahaan tidak memberikan tanggapan serius terkait hal tersebut.

img_title Investasi Teknologi Bukan Sekadar Ikut Tren, Ini Cara Menyesuaikannya

Dia bahkan mengatakan, hal itu disebabkan adanya keyakinan dari investor yang melihat pemerintah Indonesia maupun kepolisian mampu untuk menangani terorisme secara baik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kan sebetulnya beberapa perusahaan datang ke BKPM, mereka semua tidak banyak membahas itu. Karena mereka yakin pemerintah, khususnya kepolisian bisa menangani, sehingga mereka membahas mengenai pengembangan investasi, perlindungannya, jadi enggak banyak (bahas terorisme)," ucap Azhar saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Rabu 16 Mei 2018.

img_title Danantara Siap Umumkan Investasi AI dan Pusat Data di New Asia Forum 2026

Kepala BKPM Thomas Lembong di kantornya.

Meski begitu, Azhar juga tidak memungkiri bahwa ada beberapa investor yang masih menjadikan persoalan terorisme menjadi perhatian utamanya. Khususnya di sektor manufaktur dan energi, yakni pembangkit listrik.

img_title Danantara Siapkan Investasi Besar pada 2027, Mineral Kritis hingga AI Jadi Incaran

"Tapi, ada juga yang concern mempertanyakan, tapi kami mengatakan kan sudah ditangani dengan baik oleh kepolisian," ucapnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal itu menjadi perhatian, kata dia, dikarenakan banyak industri manufaktur maupun pembangkit listrik yang tengah melakukan pengembangan investasi. Meski begitu, dia meyakinkan bahwa investor tetap meyakini bahwa Indonesia mampu menangani persoalan tersebut.

"Kalau yang datang ke kami, manufaktur dan pembangkit listrik serta pengembangan investasinya dibicarakan, namun enggak ada kaitannya itu (takut aksi terorisme)," ujarnya.

Gedung Sate, Kota Bandung (Foto ilustrasi).

Jabar Masih Cetak Realisasi Investasi Tertinggi Nasional, Tembus Rp91 Triliun di Triwulan III 2026

Investasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Jawa Barat pada triwulan III 2026 mencapai Rp54,3 triliun dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp36,7 triliun.

img_title
VIVA.co.id
26 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut