Hapuskan Sistem Tender di Kementan, Menteri Amran Siap Dibui

Menteri Pertanian Amran Sulaiman
Sumber :

VIVA – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengaku rela dibui demi petani. Hal itu disampaikan Amran menyusul adanya penghapusan proses tender dalam program pertanian menjadi sistem penunjukan langsung. 

img_title Alim Setiawan Bakal Andalkan Inovasi Kampus Untuk Kejar Swasembada Pangan

Ia mengaku sempat ditelepon oleh oknum di sektor pertanian yang tidak menyukai proses penunjukan langsung. Namun, dia menegaskan, jika itu untuk kesejahteraan petani, ia berani jika harus di penjara sekalipun. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami sampai ditelepon, Pak Menteri, ini berbahaya, Bapak melakukan penunjukan langsung. Ini bisa KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme). Kami sampaikan, kalau takdirku harus dipenjara demi petani, aku rela," kata Amran di kantor pusat BPK, Jakarta, Senin 21 Mei 2018.

img_title Wujudkan Swasembada Pangan, Pemerintah Pacu Infrastruktur Pengairan dan Bibit Padi di Kawasan Transmigrasi

Terkait swasembada pangan, Amran melanjutkan, kementeriannya telah menghapus sebanyak 241 regulasi. Semua aturan yang dinilainya tidak menguntungkan petani dihapus, bahkan peraturan Presiden yang mengatur mengenai tender. 

"Dulu semua ditender, pestisida tender, Kami menghadap Presiden, ada regulasi yang harus dicabut. Karena tender baru tiga bulan setelah musim hujan baru tiba. Kami sampaikan, tikus tidak pernah mengatakan 'tunggu dulu pemerintah lagi tender', hujan juga tidak tunggu pemerintah selesai tender," kata dia. 

img_title Teken SEB dengan Mentan, Mendagri Minta Pemda Sukseskan Swasembada Pangan

Dia mengklaim, beberapa regulasi yang sudah diubahnya mampu menaikkan produksi petani. Menyikapi adanya potensi oknum yang kembali melakukan pendekatan kepada Kementerian Pertanian, Amran mengaku langsung menggandeng Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk berkantor di Kementerian Pertanian.  

"Akhirnya kami inisiatif, kami undang KPK untuk mengontrol seluruh anggaran pertanian supaya tidak dicurigai. Suatu hari ada yang datang minta tender, minta tender benih. Saya bilang boleh, tapi ada syaratnya, aku panggil dulu temanku, ID card-nya KPK. Terus dia pelototi yang datang, akhirnya ketakutan mereka," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia mengatakan, dengan adanya KPK berkantor di Kementerian Pertanian, oknum yang kerap meminta proyek tak lagi bernyali ke Kementan. 

"Dia yang tadi nanya, 'Pak menteri ini OTT apa bukan?' Bukan, saya bilang memang ada KPK yang berkantor di sini. Jadi begini, kalau ada Rp1.000 yang hilang, kami siap mundur hari ini. Alhamdulillah sampai saat ini tidak ada lagi yang minta proyek," tuturnya.

Pemerintah memperkuat swasembada pangan melalui peningkatan produksi beras, modernisasi pertanian, dan penyerapan gabah.

Dua Tahun Prabowo-Gibran, Produksi Beras Naik dan Cadangan BULOG Tembus 4 Juta Ton

Dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran, produksi beras meningkat, pengadaan BULOG melampaui target, dan pemerintah memperkuat ketahanan pangan nasional.

img_title
VIVA.co.id
20 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut