Waspada Bahaya Investasi Emas di Tokopedia

Emas batangan yang ditransaksikan di Butik Emas Logam Mulia
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VIVA – Ketua Satgas Waspada Investasi Obligasi Jasa Keuangan (OJK) Tongam Lumban Tobing mengingatkan, supaya masyarakat waspada dan berhati-hati menerima ajakan untuk berinvestasi emas secara online. Hal ini disebabkan, investasi tersebut menurutnya berbahaya lantaran emas yang ditawarkan tidak dalam bentuk fisik.

img_title 4 E-Commerce Ini Bakal Resmi Pungut Pajak Mulai 1 November 2026, Shopee hingga Blibli

Padahal, kata dia, investasi emas yang dilakukan masyarakat seharusnya untuk mendapatkan emas fisik pada nantinya, sehingga dapat diperjualbelikan dengan layak. Sedangkan, tawaran investasi emas yang beredar secara online tidak menjaminkan emas tersebut secara fisik, namun hanya dalam akun-akun digital.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini adalah sesuatu kegiatan yang memang harus ada izin, artinya ini sejenis investasi. Masyarakat menanamkan uangnya. Memang kecil-kecil, Rp10 ribu, Rp 20 ribu, untuk beli emas. Emasnya tidak dalam bentuk fisik tapi digital," tuturnya di Kantor Otoritas Jasa Keuangan, Jakarta, Jumat 7 September 2018.

img_title Beli Emas untuk Investasi? Ini Cara Main Aman agar Tak Menyesal saat Menjualnya

Dia pun mengungkapkan, perusahaan yang terdeteksi menyediakan layanan ini adalah PT Aurum Karya Indonesia di Tokopedia. Dalam situsnya, Tokopedia mengaku telah bekerjasama dengan perusahaan tersebut, dan mengatakan investasi emas tersebut aman.

"Tokopedia itu adalah marketplace, jadi belinya di Aurum. Masyarakat beli melalui Tokopedia ya seperti beli barang. Saat ini memang kita deteksi Aurum yang melakukan kegiatan seperti itu. Jadi menjual emas fisiknya enggak ada, dan kita minta dihentikan," ungkap Tongam.

img_title Dari Transaksi Kecil hingga Rugi Miliaran Rupiah, Begini Cerita Korban Investasi Emas yang Seret Influencer JC dan KL

Tongam pun mengaku telah memanggil jajaran direksi perusahaan Aurum. Dari pemanggilan tersebut, Aurum menyebutkan telah melakukan transaksi 20 kilogram emas dalam bentuk e-digital emas.

"Kami panggil orangnya, dan direksinya datang. Kami berikan pemahaman supaya dia membereskan semua kewajiban-kewajiban dia dan mengurus perizinan," paparnya.

Ilustrasi Emas.

Permintaan Emas di Indonesia Naik 40 Persen pada Kuartal II 2026

Berdasarkan laporan Gold Demand Trends yang dirilis World Gold Council pada Juli 2026, permintaan emas di Indonesia mencapai 15 ton atau meningkat 40 persen

img_title
VIVA.co.id
21 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut