Resmi Berlaku, DNDF Diandalkan BI Stabilkan Rupiah

Logo Bank Indonesia yang tertera di kantor Bank Indonesia di Jakarta.
Sumber :
  • Reuters/Iqro Rinaldi

VIVA – Instrumen keuangan baru yang dirilis Bank Indonesia yaitu domestic non deliverable forward (DNDF) telah ditandatangani Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Yassona Laoly hari ini. Artinya instrumen tersebut sudah bisa ditransaksikan oleh pasar keuangan.

img_title Rupiah Melemah terhadap Dolar AS, Biaya Pendidikan Anak di Luar Negeri Makin Mahal

"Sejak saat ini, DNDF mulai berlaku hari ini, sejak diundangkan," ujar Gubernur BI, Perry Warjiyo, di Jakarta, Jumat 28 September 2018. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perry mengatakan, pihaknya berharap DNDF semakin memperdalam pasar valuta asing (valas) domestik. Selain itu, memberikan alternatif instrumen lindung nilai bagi perbankan, korporasi atau investor asing terhadap nilai tukar rupiah.

img_title Rupiah Terancam Betah di Atas Rp18.000 hingga Akhir 2026, Dolar AS Makin Perkasa

"Karenanya ini akan mendukung stabilitas nilai tukar ke depan," ucapnya. 

Sebelum implementasi kebijakan ini, Perry mengaku sudah berkomunikasi dengan pihak perbankan seiring upaya persiapannya. Sebab, masing-masing bank disebutkan perlu ada kesiapan-kesiapan operasional baik itu secara teknis, manajemen risiko, treasury, dan lainnya.   

img_title Rupiah Dibayangi Ancaman Rp21.000 per Dolar AS, Ini 4 Hal yang Harus Segera Dibenahi

"Kami juga terus komunikasi dengan bank asing dan investor asing serta para korporasi untuk juga memanfaatkan alternatif instrumen ini sebagai instrumen lindung nilai," tuturnya. 

Perry menambahkan, dengan adanya DNDF, masa instrumen alternatif di pasar valas semakin lengkap. "Bisa dengan menggunakan spot, menggunakan swap, dan forward, sehingga bisa memperbanyak alternatif instrumen," ujarnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia pun mengapresiasi korporasi yang telah menjual dolar AS-nya. Rupiah bisa didorong semakin stabil.

"Bagi korporasi yang membutuhkan dolar tidak harus ke spot bisa ke forward. Seperti itu. Itu yang terus kami sampaikan," tuturnya.  

Ilustrasi rupiah dan dolar

Rupiah Balik Melemah ke Rp18.095 per Dolar AS, Mayoritas Mata Uang Asia Ikut Tertekan

Rupiah pagi hari ini, Jumat 6 November 2026 dibuka melemah 0,07 persen ke Rp18.095 per dolar AS pada 6 November 2026. Mayoritas mata uang Asia ikut tertekan.

img_title
VIVA.co.id
6 November 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut