Potensi Industri Halal Dunia Capai US$3,1 Triliun

Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro
Sumber :
  • VIVA/Fikri Halim

VIVA – Pemerintah bakal terus mendorong percepatan pertumbuhan industri halal di Indonesia. Hal ini disebabkan besarnya potensi industri tersebut untuk mendorong perekonomian domestik di banyak sektor.

img_title Bobby Nasution Ajak IKM Sumut Perkuat Ekonomi Keumatan dan Industri Halal

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional atau Kepala Bappenas, Bambang Brodjonegoro, menjelaskan, industri halal diperkirakan tumbuh positif dan signifikan pada 2022. Potensinya diperkirakan senilai US$3,1 triliun seiring dengan lonjakan pertumbuhan populasi muslim global.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena itu, industri tersebut memiliki potensi pasar yang menjanjikan dan sangat besar. Dan juga, industri tersebut diharapkan menjadi sumber alternatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi global," kata Bambang dalam acara Halal Lifestyle Conference and Business Matching 2018, di Gedung JCC, Jakarta, Rabu 3 Oktober 2018.

img_title Masuk Tiga Besar Ekonomi Syariah, Jabar Incar Juara Umum Adinata Syariah 2026

Bambang mengungkapkan, berdasarkan data terakhir yang diperoleh, pengeluaran yang dilakukan muslim global di sektor-sektor utama industri halal seperti makanan halal, fesyen halal, halal travel, kosmetik halal, farmasi halal, media dan rekreasi halal, halal hospitality and Islamic finance mencapai US$2 triliun pada 2016.

Karenanya, Bambang menegaskan, sebagai negara muslim terbesar di dunia, pemerintah menjadikan promosi gaya hidup halal sebagai perhatian utama dalam rangka memanfaatkan potensi besar ekonomi tersebut untuk sektor industri halal.

img_title Bukan Sekadar Pusat Keuangan Syariah Global, RI Juga Harus Punya Daya Saing Tinggi

"Dengan terbentuknya Komite Nasional Keuangan Syariah atau KNKS, yang diinisiasi dan dipimpin langsung oleh Presiden, pemerintah Indonesia berkomitmen untuk mengembangkan arus baru ekonomi Islam di tengah-tengah ekonomi nasional saat ini," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk mendorong pertumbuhan industri halal di Indonesia tersebut, maka secara spesifik disebutkannya, pemerintah akan fokus di sektor industri pelayanan. Sebab, industri tersebut menyajikan sektor gabungan bagi konsumen seperti makanan halal, travel, dan fesyen.

"Ini merupakan salah satu sektor ekonomi terbesar di dunia yang terus memberikan ruang kerja, mendorong ekspor, dan menstimulasi kemakmuran di setiap negara," katanya.

Sertifikasi Halal UMKM

Pemerintah Undur Kewajiban Sertifikat Halal hingga 2028, Ini Produk yang Terdampak

Pemerintah kini tengah memperpanjang tenggat sertifikasi halal hingga tahun 2028 untuk sejumlah produk, termasuk makanan, kosmetik, obat, dan produk impor.

img_title
VIVA.co.id
18 Oktober 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut