IMF Ingatkan Utang Global Sudah Tidak Aman

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde (Tengah).
Sumber :
  • Arrijal Rachman/VIVA.co.id.

VIVA – Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde mengakui, pertumbuhan ekonomi dunia yang diproyeksikan stagnan di level 3,7 persen pada 2018 dan 2019, menunjukkan perekonomian dunia sedang tidak sehat.

img_title ULN Sektor Publik Melambat, BI: Utang Luar Negeri RI November 2025 Turun

Menurut dia, hal itu dikarenakan tidak meratanya pertumbuhan ekonomi global, terutama akibat adanya perang perdagangan. Pertumbuhan ekonomi secara cepat akan terjadi atau terpusat di negara-negara tertentu saja, khususnya negara maju.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Hambatan perdagangan kalau ini terus eskalasi, ekonomi global akan terpukul. Rekomendasi kami adalah melakukan de-eskalasi, bekerja lebih adil dan memperkuat sistem perdagangan," tuturnya, di Nusa Dua, Bali, Kamis 11 Oktober 2018.

img_title Rupiah Melemah Usai Laporan Perlambatan Utang Luar Negeri RI di Oktober 2025

Selain itu, lanjut dia, meski sistem perbankan atau sistem keuangan saat ini yang telah sangat kuat setelah krisis keuangan melanda 10 tahun lalu, namun, hal itu belum mampu menciptakan keamanan bagi perekonomian global dari terpaan krisis keuangan berikutnya bila terjadi.

"Tetapi dengan utang global, baik swasta maupun publik yang sangat tinggi saat ini, kita tidak aman. Perubahan kecil saja yang terjadi bisa menggoyangkan outlook ekonomi negara-negara emerging market," ungkap Lagarde.

img_title Rupiah Melemah Usai BI Umumkan Turunnya Utang Luar Negeri RI di Agustus 2025

"Jelas kita dihadapkan situasi yang tidak kita pikirkan sebelumnya. Ada pengetatan kebijakan moneter di AS dan EU. Implikasinya meningkatnya pembiayaan di banyak dunia, di emerging market dalam variasi volatilitas mata uang dan capital outflow," tuturnya.

Meski begitu, dia menegaskan, beberapa negara emerging market, khususnya Indonesia, memiliki fundamental perekonomian yang kuat sehingga mampu menghadapi gejolak global tersebut. Seperti misalnya pertumbuhan produk domestik brutonya yang mampu meningkat signifikan dari US$785 pada 2.000 menjadi lebih dari US$3.800 pada 2017.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, tingkat kemiskinan yang mampu turun dari 19,1 persen pada 2000 dan menjadi 9,38 saat ini dengan inflasi yang terus terkendali. Kondisi ini menjadikan ketahanan ekonomi Indonesia cukup kuat, meski fluktuasi nilai tukar rupiah terus menghantam seluruh negara-negara di dunia.

"Aturan fiskal Indonesia sangat bagus rekaman jejaknya, saya sangat berharap ada apresiasi dari kebijakan dan kedisiplinan yang baik serta keinginan mendorong ekonomi yang bisa dikemudikan atau diarahkan daripada kehilangan arah," paparnya.

Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS

Rupiah Melemah ke 17.156 Dibayangi Lonjakan Utang Luar Negeri & Kondisi Fiskal RI

Hingga pukul 09.01 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.156 per dolar AS. Posisi itu melemah 18 poin atau 0,10 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.138 per dolar AS

img_title
VIVA.co.id
17 April 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut