Soal Produksi Beras, Jokowi Tegaskan Pakai Data BPS

Presiden Joko Widodo (kiri) berbincang dengan Sultan Brunai Darussalam Hasannal Bolkiah (kedua kiri) saat jamuan makan malam dalam rangkaian pertemuan ASEAN Leaders Gathering di Sofitel Nusa Dua, Bali
Sumber :
  • ANTARA FOTO/ICom/AM IMF-WBG/Puspa Perwitasari

VIVA – Perbedaan data beras antar institusi pemerintah, sempat memicu persoalan beberapa waktu lalu. Khususnya yang terjadi di Kementerian Pertanian degan Badan Pusat Statistik (BPS).

img_title Produksi Beras Juli 2025 Tembus 2,77 Juta Ton, BPS: Naik 35,01 Persen dari Juli 2024

Presiden Joko Widodo pun mengakui, akurasi data beras sebenarnya sudah tidak akurat sejak lama. Sejak tahun 1997, tidak ada data beras yang benar. Pemerintah pun terus melakukan singkronisasi data. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ini kami sudah setahun yang lalu BPS menyampaikan kepada kita dan ini yang mau kita benarkan, kita betulkan. Ya sudah pakai itu," jelas Presiden Jokowi, di ICE BSD, Tangerang Banten, Rabu 24 Oktober 2018.

img_title Prabowo Senang Kalau Petani Punya Rumah dan Mobil Bagus

Pemerintah menurutnya, telah komitmen untuk menggunakan data BPS sebagai acuan. Sehingga dikemudian hari tidak ada lagi perbedaan data yang mengakibatkan kebijakan jadi tidak tepat sasaran. 

Kementerian terkait pun ditegaskan tidak boleh menggunakan data yang dimilikinya sendiri. Agar sinergi data ini bisa berjalan maksimal.

img_title BPS Perkirakan Produksi Beras RI Januari-Mei 2025 Bakal Tembus 16,62 Juta Ton

"Iya dong semua pakai (data dari BPS)," kata Jokowi.

Ilustrasi sekam padi

BPS Pede Produksi Padi Tembus 10 Juta Ton GKG hingga Februari 2026

BPS optimistis produksi padi nasional diproyeksikan melonjak mencapai lebih dari 10 juta ton hingga Februari 2026. Kenaikan seiring kenaikan luas panen dan tren produksi.

img_title
VIVA.co.id
5 Januari 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut