BI Naikkan Suku Bunga Acuan jadi 6 Persen

Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan

VIVA – Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia pada November 2018 memutuskan untuk menaikkan BI 7-Day Reverse Repo Rate atau suku bunga acuan BI sebesar 25 basis poin, atau menjadi enam persen.

img_title IHSG Terkoreksi ke 7.544, Pasar Menanti Keputusan Suku Bunga BI

Kenaikan itu juga untuk suku bunga deposit facility yang naik 25 basis poin menjadi sebesar 5,25 persen dan lending facility yang juga naik 25 basis poin menjadi sebesar 6,75 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan, keputusan tersebut merupakan bagian dari langkah lanjutan BI untuk memperkuat upaya turunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas yang aman.

img_title Tok! The Fed Tahan Suku Bunga 3,5 Persen, Arah Ekonomi AS Abu-Abu Efek Perang Iran

"Kenaikan suku bunga itu juga untuk memperkuat daya tarik aset keuangan domestik dengan mengantisipasi kenaikan suku bunga global dalam beberapa bulan ke depan," ujar Perry dalam konferensi pers di kantor BI, Jakarta, Kamis 15 November 2018.

Perry menambahkan, untuk meningkatkan likuditas di pasar keuangan, BI menaikkan porsi giro wajib minimum atau GWM rupiah averaging baik konvensional maupun syariah dari 2 persen menjadi 3 persen, serta meningkatkan rasio penyangga likuiditas baik konvensional maupun syariah dari semula dua persen menjadi empat persen. 

img_title Harga Emas Dunia Tiba-Tiba Rontok Saat Keyakinan The Fed Pangkas Suku Bunga Memudar

"Semua tadi diukur masing-masing dari DPK (Dana Pihak Ketiga) perbankan," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kemudian, dia juga mengatakan, BI mempertahankan rasio kontrol buffer sebesar nol persen dan rasio Rasio Intermediasi Makroprudensial atau RIM pada 80 persen sampai 92 persen. Di samping juga menerbitkan aturan baru terkait transaksi derivatif rupiah yaitu interest rate swap dan overnight index swap.

"Ke depan BI akan terus mencermati perkembangan perekonomian seperti defisit transaksi berjalan, nilai tukar, stabilitas sistem keuangan dan inflasi, untuk menempuh langkah lanjutan guna memastikan terjaganya stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan," kata dia.

Kandidaat Gubernur The Fed, jerome Powell

FOMC Terakhir Powell, The Fed Tahan Suku Bunga di Level 3,5 Persen

The Fed menahan suku bunga di 3,5–3,75 persen pada FOMC terakhir Powell di tengah lonjakan harga minyak dan ketidakpastian global, sinyal kebijakan masih hati-hati.

img_title
VIVA.co.id
30 April 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut