Lapangan Pekerjaan Tergerus Digitalisasi, Ini Strategi Pemerintah

Menteri Tenaga Kerja, Hanif Dhakiri (tengah)
Sumber :
  • ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

VIVA – Era perkembangan teknologi yang cepat dan besar-besaran terus memberikan kekhawatiran bagi pemerintah. Terutama terkait semakin besarnya potensi pekerjaan yang hilang bagi masyarakat. 

img_title Jusuf Hamka: Banyak Lapangan Kerja Tercipta dari Program MBG

Apalagi, Indonesia dihadapkan dengan tantangan bonus demografi pada masa mendatang. Jumlah penduduk usia produktif akan mendominasi dibanding penduduk usia nonproduktif. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Ketenagakerjaan, Muhammad Hanif Dhakiri, mengungkapkan, demi menghadapi era tersebut, pemerintah telah merencanakan pemetaan untuk lima tahun ke depan. Upaya itu guna melihat industri mana yang akan tergerus perkembangan teknologi dan yang berpotensi terus berkembang.

img_title Prabowo Pamer Capaian Program MBG, Salah Satunya Lapangan Pekerjaan Masif

"Itu kita sudah ada pemetaannya, kita buat namanya man power planning. Itu yang memetakan tentang perubahan pasar kerja di masa depan. Man power planning kita itu sampai 2019," kata Hanif saat ditemui di kantornya, Jakarta, Senin 19 November 2018.

"Misalnya sampai lima tahun ke depan pekerjaan apa atau industri mana yang akan nyusut dari sisi tenaga kerjanya ya. Lalu, pekerjaan-pekerjaan baru yang akan muncul di bidang apa saja," dia menambahkan.

img_title Prabowo Sempat Tegur Menteri di Retret, Istana: Untuk Melecut Semangat

Dia menilai, industri-industri utama yang akan terdampak dari perkembangan teknologi itu misalnya di sektor perbankan, ritel, hingga logisitik, dengan tenaga kerja yang akan tergerus mencapai 56 persen di seluruh dunia pada 10 sampai 20 tahun mendatang.

"Penyusutan (tenaga kerja) kan belum bisa fix. Tapi, bahwa itu terjadi iya. Jadi intinya adalah sektor-sektor yang padat teknologi pasti relatif terpengaruh terhadap perkembangan IT ini, karena dia memang dunianya sudah seperti itu," ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, dia belum bisa mengungkapkan industri mana yang kiranya berpotensi untuk terus berkembang dan tercipta di era perkembangan teknologi tersebut. Lantaran, inovasi dari sisi teknologi terus berlanjut terutama di sektor platform atau ekonomi digital.

"Kalau penciptaannya kan belum dihitung, tapi mungkin bisa menciptakan lebih banyak, saya lupa datanya tapi jutaan lah lapangan kerja baru juga akan tercipta," ungkapnya.

Mentan Amran.

Mentan Sebut Pengembangan Bioetanol Berpotensi Ciptakan 8 Juta Lapangan Pekerjaan

Mentan Amran mengatakan pengembangan bioetanol berpotensi menciptakan sekitar 8 juta lapangan kerja melalui pengembangan kawasan produksi energi berbasis pertanian.

img_title
VIVA.co.id
22 September 2026
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut