Jalan Banyak Dibangun, 10 Rute Penerbangan Perintis Diusulkan Dihapus

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Udara Kemenhub, Moh. Alwi.
Sumber :
  • Fikri Halim/VIVA.co.id

VIVA – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan merekomendasikan 10 rute penerbangan perintis untuk dihentikan. 

img_title 48 Bandara Terdampak Kabut Asap Karhutla, 2.458 Penerbangan Terganggu hingga Oktober 2026

Usulan ini menimbang berbagai aspek mulai dari pelayanan moda transportasi lain, baik darat, laut atau sungai, kapasitas, waktu tempuh, dan pelayanan rute penerbangan komersial. Selain itu, persentase realisasi frekuensi dan jumlah penumpang yang rendah juga menjadi pertimbangan pemberhentian rute tersebut. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Terdapat 10 rute yang direkomendasikan untuk dihentikan," ujar Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Transportasi Antar Moda Kemenhub, Imran Rasyid di acara FGD 'Penelitian tentang Pelaksanaan Angkutan Udara Perintis Penumpang', di Jakarta, Jumat 23 November 2018.

img_title Menhub Belum Putuskan Impor KRL Bekas, KAI Targetkan Pengiriman Mulai Akhir 2026

Dijelaskan, 10 rute penerbangan itu antara lain Nagan Raya-Singkil, Banda Aceh-Blangpidie, Blangpidie-Sinabang, Medan-Tapak Tuan, dan Medan-Blangpidie. Lalu, Medan-Gayo Luwes, Banda Aceh-Gayo Luwes, Sangata-Balik Papan, Palangkaraya-Kuala Pambuang, dan Kambuaya-Sorong.

Kepala Pusat Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Udara M. Alwi menjelaskan, rute perintis merupakan rute penerbangan ke pelosok daerah yang disubsidi oleh pemerintah melalui APBN. Ketersediaan infrastruktur darat yang telah dibangun pemerintah disebut menjadi salah satu alasan munculnya rekomendasi penghentian 10 rute tersebut. 

img_title Truk ODOL Jadi Sorotan, Kemacetan Pelabuhan Ketapang Diminta Tak Terulang

"Salah satunya karena infrastruktur sudah terbangun sehingga bisa melalui jalur lain seperti darat," tuturnya. 

Dikatakannya, rekomendasi penghentian 10 rute penerbangan ini akan diusulkan kepada Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi. Selain itu, akan direkomendasikan beberapa rute yang sebelumnya merupakan penerbangan perintis diubah menjadi komersial. 

Rute itu di antaranya Banda Aceh-Nagan Raya, Sinabang-Nagan Raya, Banda Aceh-Kutacane, Palangkaraya-Muara Teweh, Palangkaraya-Puruk Cahu, Masamba-Seko, Waingapu-Ruteng Merauke-Ewer, Sorong-Inanwatan, Sorong-Teminabuan, Sorong-Werur, dan Timika-Dekai.

"Supaya alokasi subsidi bisa diberikan ke lokasi penerbangan perintis yang lain," kata Alwi. 

Alwi mengungkapkan, anggaran subsidi untuk rute perintis ditetapkan sekitar Rp400 miliar per tahun. Anggaran ini dialokasikan untuk menyubsidi harga tiket pesawat perintis bagi masyarakat. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Tahun depan tidak (berkurang anggaran). Karena dialokasikan ke wilayah yang lain," kata dia. 

Berdasarkan survei Balitbang di 10 koordinator wilayah (korwil), juga ada beberapa wilayah yang direkomendasikan untuk tetap menjadi rute perintis. Di antaranya adalah semua penerbangan perintis di Korwil Ternate dan Korwil Dekai. Kemudian, Korwil Samarinda dengan rute ke Long Ampung, Datah Dawai, Muara Wahu, serta Datah Dawai-Melak. 

Halaman Selanjutnya
Halaman Selanjutnya
Jadikan Viva News & Insight sumber pilihan di Google
Lanjut